> >

Anies Sebut Revitalisasi Masjid Al Mansur Komitmen DKI Rawat Situs Sejarah Perjuangan Bangsa

Sosial | 8 Oktober 2021, 22:47 WIB
Empat pilar yang ada di dalam Masjid Al Mansur. Secara keseluruhan bangunan masjid Al Mansur yang berdiri di jalan Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, belum banyak berubah, Kamis (7/6/2018). (Sumber: Tribun Jakarta/Elga Hikari Putra)

Baca Juga: Revitalisasi JPO, Dinas Perhubungan DKI Terapkan Rakayasa Lalu Lintas Transjakarta Mulai 10 Juni

"Kami ingin tempat ibadah di Jakarta yang punya sejarah, dirawat, dikembangkan dan direvitalisasi sehingga kita dapat menyelamatkan untuk generasi anak cucu kita," ujar Anies.

Tempat wisata religi yang bersejarah 

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Al-Mansur Afiif Ahmadi Mansur menjelaskan, dalam proses revitalisasi, nantinya Masjid Al Mansur akan memiliki museum, ruang galeri dan aula.

Di ruang museum dan galeri ini jugalah nantinya akan dipamerkan perjalanan sejarah Masjid Al Mansur sejak awal dibangun pada 300 tahun lalu hingga menjadi saksi awal kemerdekaan. 

Menurut Afiif, ruang museum akan ditempatkan di salah satu lantai yang ada di dalam masjid.

Baca Juga: Revitalisasi TIM, Anies Bantah Bangun Hotel Bintang Lima

"Jadi rencananya dibangun tiga lantai, ada yang berada di lantai bawah," ujar Afiif, dikutip dari Antara

Afiif menambahkan, Masjid Al-Mansur layak dijadikan tempat wisata religi sekaligus sejarah kemerdekaan RI lantaran banyak peristiwa penting yang terjadi di tempat tersebut.

Salah satu peristiwa sejarah, yakni Masjid Al-Mansur, menjadi salah satu tempat dikibarkannya bendera Merah Putih oleh Guru Mansur di awal masa kemerdekaan Republik Indonesia.

Di sisi lain, tempat ini menjadi salah satu pusat berkembangnya ajaran Islam di Ibu Kota sejak 300 tahun lalu.

Baca Juga: Pedagang Mengeluh, Pasar Sepi Usai Direvitalisasi

Afiif yang juga keturunan dari Guru Mansur ini berharap, revitalisasi Masjid Al-Mansur menjadi babak baru perjalanan rumah ibadah yang tidak hanya sebagai tempat ibadah, tapi juga menjadi sarana wisata sejarah bagi generasi penerus.

"Jadi memang akan dijadikan tempat wisata religi, dan sejarah," ujar Afiif.

Penulis : Johannes Mangihot Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV


TERBARU