> >

Kapolri Siap Tarik Pegawai KPK Korban TWK, Jubir Jokowi: Upaya Humanis dan Dialogis

Politik | 28 September 2021, 22:22 WIB
Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman (Sumber: kompas.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Juru bicara (Jubir) Presiden Joko Widodo, Fadjroel Rachman menganggap rencana Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merekrut 56 pegawai KPK yang tak lolos TWK menjadi Aparatur Sipili Negara (ASN) adalah upaya humanis.

Fadjroel mengatakan, rencana Kapolri itu sudah tepat.

"Sebuah upaya baik untuk menyelesaikan masalah secara musyawarah, humanis, dialogis," kata Fadjroel kepada wartawan, Selasa (28/9/2021).

Fadjroel juga menyebut rencana Kapolri itu pun telah mendapat lampu hijau dari Presiden Joko Widodo.

"Saya pikir penjelasan Kapolri tentang rencana tersebut sudah sangat tepat dan menurut Kapolri sudah diterima dengan baik oleh presiden," ujar Fadjroel.

Baca Juga: Kapolri: Presiden Jokowi Setuju 56 Pegawai KPK Tak Lulus TWK Jadi ASN Polri

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyampaikan keinginannya menarik 56 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tak lulus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) Polri.

Hal tersebut disampaikan konferensi pers persiapan pembukaan PON XX Papua, di Papua, Selasa (28/9). 

Sigit mengatakan, niatan tersebut pun telah disampaikannya kepada Presiden Joko Widodo dan mendapat persetujuan.

Rencannya, 56 pegawai KPK itu akan ditarik Polri untuk memperkuat Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Ditpikor) Bareskrim Polri.

Penulis : Hedi Basri Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU