> >

KSAL Yudo Margono Tegaskan Tak Ada Ribuan Kapal Asing di Laut Natuna: KRI dan Pesawat Kita Standby

Peristiwa | 23 September 2021, 23:04 WIB
Kasal Laksamana TNI Yudo Margono melakukan inspeksi pasukan saat Gelar Pasukan Kesiapsiagaan TNI Angkatan Laut Tahun 2020 di dermaga JICT II, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (23/11/2020). Apel pasukan tersebut digelar untuk memeriksa kesiapansiagaan prajurit maupun alutsista TNI Angkatan Laut guna menyambut tugas-tugas ke depan. - (Sumber: KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

"Dan juga untuk memberikan rasa aman bagi para pengguna laut khususnya nelayan kita."

Arsyad menambahkan, selama melakukan patroli udara, tidak dijumpai adanya kapal perang ataupun coast guard negara asing, demikian pula kapal ikan asing (KIA).

Namun demikian, kata dia, ada beberapa kontak yang kita temui selain KRI TNI AL yakni kapal nelayan lokal (KII) dan beberapa kapal niaga jenis tanker dan kontainer yang sedang melintas di ZEEI.

“Anda lihat sendiri ada empat kapal yang sedang melintas di perairan internasional karena ZEE adalah perairan internasional di mana merupakan hak lintas damai dari negara-negara yang akan melintas di perairan tersebut,” kata Arysad.

Baca Juga: KSAL Laksamana Yudo Margono Ancam Pecat Prajurit TNI AL Jika Terbukti LGBT

Terkait video viral tentang kapal nelayan yang memvideokan keberadaan kapal perang asing, Arsyad mengatakan hal tersebut bisa saja terjadi.

Hal itu karena di atas ZEEI juga ada hak pelayaran internasional atau freedom of navigation di mana semua negara memiliki hak lintas damai di sana.

Kapal perang yang viral dalam video tersebut, menurutnya, mungkin sedang melakukan hak lintas damai atau sedang melintas di Laut Natuna Utara.

Arsyad mengatakan tugas TNI AL berdasarkan Undang-Undang TNI di antaranya adalah mengamankan perairan Laut Natuna Utara dengan menggelar operasi “Siaga Segara 21”.

Baca Juga: Pangkogabwilhan I: Pangkalan Militer Gabungan di Natuna akan Diisi oleh Satuan TNI Terintegrasi

Dalam mengamankan Laut Natuna Utara, kata dia, KRI dituntut selalu hadir dalam 1x24 jam.

Oleh karena itu, kata dia, TNI AL mengerahkan sampai dengan lima KRI secara bergantian. Dari 5 KRI yang ditugaskan, setidaknya ada 3 atau 4 KRI yang bersiaga di laut.

Sementara lainnya melaksanakan bekal ulang untuk memantau kapal-kapal yang kemungkinan memasuki perairan yurisdiksi Indonesia.

Baca Juga: Nelayan Takut Melaut di Perairan Natuna, Panglima Koarmada I Pastikan Tak Ada Kapal Asing di Lokasi

Penulis : Tito Dirhantoro Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Tribunnews.com


TERBARU