> >

Selain Mitigasi Bencana, Rain Water Harvesting Juga Perlu Dilakukan saat Hujan Lebat

Peristiwa | 16 September 2021, 07:12 WIB
Ilustrasi hujan lebat. (Sumber: scroll.in)

 

Lebih lanjut, Emilya tak lupa untuk membagikan langkah-langkah mitigasi bencana akibat hujan lebat yang dibaginya menjadi dua, yaitu mitigasi struktural dan non-struktural.

Mitigasi struktural

Mitigasi struktural merupakan langkah pengurangan risiko bencana melalui rekayasa teknis bangunan tahan bencana yang terdiri atas beberapa upaya berikut:

  1. Membersihkan sampah yang ada di selokan dan sungai untuk meningkatkan volume tangkapan sungai saat hujan.
  2. Memperbaiki tanggul baik tanggul beton atau tanggul alam sungai agar debit air sungai tidak meluap.
  3. Memperbaiki pintu air bendung untuk pengaliran ke saluran irigasi.
  4. Memperkuat zona perakaran tanaman di tebing bukit.

"Selain itu, juga membangun tebing tembok untuk mengurangi bahaya longsor di lereng-lereng yang berpotensi longsor," ujar Emilya.

Mitigasi non struktural

Upaya mitigasi non-struktural lebih merujuk pada sosialisasi hingga pemberdayaan masyarakat secara bersama-sama terkait peran relawan, regulasi, dan peraturan dalam meminimalisasi potensi bencana.

Lalu, langkah-langkah yang dapat disiapkan sebagai bentuk upaya mitigasi non-struktural di antaranya yakni:

  1. Ada regulasi atau peraturan (SOP) yang menyangkut tugas yang harus dilakukan dan di wilayah mana, termasuk sumber pendanaan.
  2. Sosialisasi kepada masyarakat setempat yang memiliki potensi terdampak ataupun tidak untuk lebih peduli terhadap upaya mitigasi dan adaptasi.

"Pemerintah perlu membangun teknologi untuk mitigasi dan adaptasi karena dengan peningkatan kapasitas maka risiko bencana akan berkurang," terangnya.

Penulis : Aryo Sumbogo Editor : Iman-Firdaus

Sumber : ugm.ac.id


TERBARU