> >

BNPB Sebut Sejumlah Daerah Perlu Bersiap Hadapi Bencana Kekeringan, Mana Saja?

Peristiwa | 1 September 2021, 13:39 WIB
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan sejumlah daerah untuk bersiap menghadapi bencana kekeringan metereologis pada September hingga November 2021. (Sumber: KOMPAS.COM/SUKOCO)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan sejumlah daerah untuk bersiap menghadapi bencana kekeringan metereologis pada September hingga November 2021.

Sejumlah daerah di Indonesia yang diprediksi akan menghadapi kekeringan, yaitu Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Bali dan Jawa Timur.

Menurut Deputi Bidang Pencegahan BNPB Prasinta Dewi wilayah tersebut perlu mengantisipasi kekurangan persediaan air.

"Potensi bahaya yang perlu diantisipasi yaitu berkurangnya persediaan air untuk kebutuhan rumah tangga dan pertanian, kebakaran semak, hutan, lahan dan pemukiman," kata Prasinta Dewi dalam keterangan resmi, Rabu (1/9/2021).

Prasinta menjelaskan peringatan dini hingga langkah kesiapsiagaan menghadapi bencana kekeringan meteorologis sudah dituangkan melalui surat nomor B-121/BNPB/DII/BP.03.02/08/2021.

Hal ini didukung dengan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengenai adanya indikasi potensi kekeringan hidrometeorologis hingga dua dasarian ke depan.

Salah satu yang perlu dilakukan, yaitu edukasi kepada masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan air bersih hingga melakukan budidaya pertanian yang tidak membutuhkan air.

“Memberikan edukasi kepada masyarakat terkait dampak kekeringan meteorologis sehingga masyarakat dapat menghemat penggunaan air bersih dan juga melakukan budidaya pertanian yang tidak membutuhkan banyak air,” ujarnya.

Selain itu, BNPB juga meminta pemerintah daerah agar dapat menetapkan status tanggap darurat dan membentuk pos komando tanggap darurat bencana apabila dibutuhkan dalam menyikapi situasi di daerah.

Baca Juga: 9 Wilayah Ini Alami Kekeringan Ekstrem, BMKG Imbau untuk Berhemat Air

Menghadapi potensi bencana kekeringan meteorologis, Prasinta menyampaikan pemerintah daerah dapat melakukan koordinasi lebih lanjut dengan kedeputian teknis terkait di BNPB maupun Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB. Pusdalops selalu siaga dalam melakukan komunikasi dan koordinasi melalui call center 117.

Berdasarkan pantauan BMKG, beberapa wilayah dalam status Siaga kekeringan meteorologis seperti Kabupaten Bangkalan, Banyuwangi, Bondowoso, Pamekasan dan Situbondo di Jawa Timur, Kabupaten Buleleng dan Karangasem di Bali, Lombok Timur di NTB, serta Kabupaten Ende, Ngada dan Sumbar Barat di NTT.

Sedangkan beberapa wilayah dengan status ‘Awas,’ terpantau di Kabupaten Bima dan Sumbawa di NTB, serta Kabupaten Alor, Belu, Flores Timur, Kota Kupang, Manggarai Timur, Sikka, Sumba Timur, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Timur di NTT.

Status ‘Siaga’ merujuk pada kondisi jumlah hari tanpa hujan paling sedikit 31 hari, prakiraan probabilitas curah hujan kurang dari 20mm/dasarian di atas 70 persen, dan ‘Awas’ mendeskripsikan jumlah hari tanpa hujan paling sedikit 61 hari. Prakiraan probabilitas curah hujan kurang dari 20 mm/dasarian di atas 70 persen.

Penulis : Nurul Fitriana Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV


TERBARU