> >

Apa Itu Badai Sitokin? Ini Penjelasan Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Kesehatan | 23 Agustus 2021, 05:30 WIB
Ilustrasi virus Covid-19. Pasien Covid-19 diminta mewaspadai bahaya badai sitokin. (Sumber: Kompas TV)

"Kalau tidak ditekan, bisa rusak organ dan menimbulkan reaksi rusaknya ginjal, jantung, jadi radang di mana-mana," paparnya.

Eka mengatakan, pasien Covid-19 bisa melakukan pencegahan dengan deteksi dini secepat mungkin. Salah satunya, pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri haruslah isolasi mandiri yang terpantau. Terutama pasien Covid-19 yang bergejala.

"Kalau tanpa gejala boleh isolasi mandiri. Kalau ada (gejala) itu harus ada konsultasi (dokter)," ujarnya.

Baca Juga: Mengenal Badai Sitokin, Sindrom yang Muncul Setelah Positif Covid-19

Proses penyembuhan badai sitokin, kata Eka, tidak mudah. Pasien harus berada di bawah penanganan tim medis secepat mungkin.

Kemudian secepat mungkin diberikan antivirus yang pertama. "Ketika sudah didapatkan dan dieliminasi virusnya maka badai sitokin terminimalisir."

Kemudian menurunkan faktor inflamasi, terapi plasma konvaselen, plasma exchange, serta obat-obatan lainnya.

"Kita cegah dulu, antivirus dan antiinflamasi ringan. Kalau sudah, baru ditekan," ungkapnya.

Menurut Eka, proses penyembuhan badai sitokin memakain biaya yang cukup besar. Tidak hanya itu, kekuatan tubuh pasien Covid-19 juga menentukan keberhasilan penyembuhan.

Baca Juga: Hati-hati, Gula Berlebihan Bisa Memperparah Gejala Pasien Covid-19

 

Penulis : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV


TERBARU