> >

Kasus Covid-19 Masih Fluktuatif, Menlu Imbau Masyarakat Tetap Waspada

Berita utama | 20 Agustus 2021, 07:00 WIB
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi bertemu dengan Penasihat Keamanan Nasional (NSA) Amerika Serikat Jake Sullivan, Senin, (02/08/2021) dimana kedua pihak sepakat untuk memperkuat kerja sama kedua negara untuk mengatasi pandemi serta menjaga stabilitas kawasan. (Sumber: Antara)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai Covid-19 dan mematuhi protokol kesehatan serta mengikuti program vaksinasi. Sebab, angka kasus Covid-19 masih terus mengalami penurunan dan kenaikan di berbagai belahan dunia.

“Penurunan kasus di Indonesia janganlah membuat kita lengah, sebaiknya kita harus terus waspada,” ujar Retno Marsudi sesuai keterangan dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Rabu (19/8/2021).

“Beberapa contoh kita lihat bahwa negara yang sudah mengalami zero Covid berbulan-bulan pun dapat mengalami penularan kembali.”

Berdasarkan data 4 Agustus 2021, kata Retno, kasus Covid-19 global telah mencapai angka 200 juta orang. Jika mengacu pada data, penyebarannya Agustus 2021 dua kali lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga: WHO: Suntikan Vaksin Covid-19 Ketiga Belum Perlu untuk Umum

“Dunia hanya memerlukan waktu 6 bulan untuk mencapai 100 juta kedua,” kata Retno.

“Sementara, 100 juta kasus pertama memerlukan waktu lebih dari 1 tahun, artinya terjadi penyebaran Covid-19 dua kali lebih cepat saat ini.”

Dalam keterangannya, Menlu mengungkapkan pada periode 12-19 Agustus 2021 beberapa kawasan yang mengalami kenaikan kasus mingguan di antaranya Amerika Utara sebesar 12 persen, Eropa sebesar 3 persen, dan Oceania 24 persen.

Sementara, lanjut Retno, di kawasan ASEAN mengalami penurunan sebesar 0,4 persen. Kecuali Brunei Darussalam yang mengalami kenaikan 304 persen, Filipina 41 persen, Vietnam 12 persen, dan Thailand 6 persen.

“Kita di Indonesia alhamdulillah di periode tersebut dapat kembali menekan penyebaran kasus yaitu sebesar minus 22 persen,” ucap Menlu.

Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU