> >

Penelitian di Jakarta Ungkap Vaksin Covid-19 Sinovac 95 Persen Efektif Cegah Kematian Lansia

Update corona | 7 Agustus 2021, 17:58 WIB
Seorang lansia menjalani vaksinasi Covid-19 di Banda Aceh, Indonesia. Penelitian di Jakarta menunjukkan vaksin Covid-19 buatan Sinovac China, CoronaVac, 85 persen efektif terhadap penyakit simtomatik atau bergejala, dan 92 persen efektif mencegah terjadinya rawat inap, dan 95 persen mencegah kematian di kalangan orang lanjut usia atau lansia di Jakarta (Sumber: France24 via AFP)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Sebuah penelitian di Jakarta menunjukkan vaksin Covid-19 buatan Sinovac China, CoronaVac, 85 persen efektif terhadap penyakit simtomatik atau bergejala, dan 92 persen efektif mencegah terjadinya rawat inap bagi kalangan orang lanjut usia (lansia) di Jakarta. 

Seperti dilansir The Strait Times Singapura, Sabtu (7/8/2021), Kementerian Kesehatan Indonesia, dalam grafiknya menyebut vaksin buatan China itu 95 persen efektif dalam mencegah kematian lansia. 

Sementara bila baru menjalani suntikan pertama, efektivitas terhadap penyakit simtomatik atau bergejala berkurang menjadi 35 persen.

Angka tersebut berdasarkan penelitian yang melibatkan 86.936 warga Jakarta berusia 60 tahun ke atas antara Maret dan April tahun 2021 ini.

Efektivitas vaksin mengacu pada kinerja vaksin dalam populasi di bawah situasi dunia nyata, sedangkan kemanjuran vaksin mengacu pada kinerja vaksin dalam situasi uji klinis terkontrol, menurut Bank Dunia.

Studi ini juga mengungkapkan, kemungkinan atau probabilitas lansia yang divaksinasi meninggal karena Covid-19 adalah 15 kali lebih kecil daripada seseorang yang tidak divaksinasi.

Sebuah studi terpisah oleh Kementerian Kesehatan pada 25.374 tenaga di ibu kota antara Januari dan Maret tahun 2021 ini menunjukkan CoronaVac 96 persen efektif mencegah terjadinya rawat inap bagi tenaga kesehatan, 94 persen mencegah terjadinya infeksi, dan 100 persen dalam mencegah kematian.

Angka efektivitas CoronaVac di Jakarta lebih tinggi daripada yang dilaporkan oleh Chile, di mana ditemukan 58,5 persen efektif dalam mencegah penyakit bergejala di antara 8,6 juta orang Chili yang menerima suntikan antara Februari dan Juli, seperti laporan Reuters yang dilansir Straits Times.

Baca Juga: Studi di Chile: Dosis Penuh Vaksin Sinovac China Hampir 66 Persen Efektif Cegah Penularan Covid-19

Seorang perawat menyiapkan suntikan vaksin COVID-19 di sebuah lokasi vaksinasi di Santiago, Chile, pada 25 Maret 2021. (Sumber: Xinhua/Jorge Villegas)

Di Chile, Rafael selalu pejabat kesehatan setempat menjelaskan berdasarkan penelitian, vaksin buatan Sinovac itu 86 persen efektif mencegah rawat inap, dan 86 persen efektif dalam mencegah kematian antara Februari dan Juli. 

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV/Straits Times


TERBARU