> >

Soal Penanganan Covid-19, Luhut Minta Masukan Guru Besar, Pengamat Ekonomi, hingga Mahasiswa

Peristiwa | 4 Agustus 2021, 11:32 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Sumber: Instagram @luhut.pandjaitan)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengundang berbagai pihak seperti Forum Dewan Guru Besar Indonesia (FGDB), Ikatan Dokter Indonesia, Pengamat Ekonomi, hingga Perwakilan Himpunan Mahasiswa.

Luhut menuturkan pertemuan secara virtual dengan pihak-pihak tersebut sengaja diagendakan untuk membahas upaya apa yang sudah dan akan dilakukan pemerintah dalam menangani Covid-19.

Tak hanya itu, diskusi yang dilaksanakan pada pada Selasa (3/8/2021) sore ini juga dimaksudkan Luhut guna meminta masukan serta saran yang solutif terkait penanganan pandemi di tanah air. 

“Saya juga minta masukan dari bapak ibu sekalian untuk menghadapi keadaan kita  khusus mengenai kasus covid-19 ini, lebih khusus lagi delta varian ini," kata Luhut dalam keterangan tertulis yang dikutip Rabu (4/8/2021).

Peran mereka, lanjut dia sangat perlukan untuk membantu apa saja yang sudah dikerjakan pemerintah dalam mengendalikan pandemi Covid-19. 

Menurut penjelasnnya, pemerintah telah menyusun dan membuat formula pengendalian pandemi Covid-19 di Indonesia.

Baca Juga: Luhut Sebut Kegiatan Ekonomi Bisa Dibuka kembali Secara Bertahap pada September 2021, Jika ...

Hal tersebut secara umum terdapat tiga aspek, yakni mengurangi potensi penularan dengan menerapkan 3M dan 3T, mengurangi durasi kontak, dan melakukan vaksin Covid-19. 

Dalam kesempatan itu, Prof Widodo dari Universitas Islam Indonesia (UII) mendukung kerja dan upaya pemerintah dalam menanggulangi pandemi Covid-19 di Indonesia, termasuk Jawa dan Bali.

Menurutnya, upaya yang dikerjakan dan dilakukan Pemerintah sudah baik dan tepat dengan melibatkan semua pihak ketika membuat sebuah kebijakan atau aturan. 

“Sebetulnya kalau ada orang yang bertanya apakah pemerintah telah gagal menangani pandemi, itu pertanyaan yang salah karena saat ini perang melawan pandemi masih proses dan belum selesai,” kata Widodo. 

Selanjutnya pada Selasa malam Luhut kembali menggelegar rapat koordinasi yang mengundang seluruh kepala daerah di Pulau Jawa dan Bali,  Epidemolog, Ikatan Dokter Indonesia, Pengamat Ekonomi hingga perwakilan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai universitas di Jawa Bali.

Dalam kesempatan ini, Luhut pun menjabarkan peta rencana pengendalian pandemi yang telah disusun dan ini kunci bagi semua pihak yang terlibat.

Baca Juga: Menteri Luhut: PPKM Level 4 Sukses Turunkan Kasus Corona dan BOR

Sementara itu, Ekonom senior dari Universitas Indonesia, Faisal Basri juga memberikan masukan mengenai perlunya pemanfaatan dan keterlibatan mahasiswa bukan hanya Mahasiswa Kedokteran dan bidang medis saja.

Namun menurutnya, kesempatan harus juga diberikan kepada mahasiswa lainnya untuk membantu Pemerintah dalam melakukan program 3T misalnya menjadi tenaga input kasus tracing di lapangan.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Leon Alvinda Putra dan juga Ketua PB Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI ) Raihan Ariatama memberikan masukan kepada Luhut terkait upaya penanganan covid-19 Jawa dan Bali.

Ia menuturkan bahwa mahasiswa kedokteran yang saat ini memasuki tingkat akhir bisa dilibatkan atau diperbantukan menjadi tenaga kesehatan.

Namun dengan catatan keterlibatan mereka harus dijadikan atau diformulasikan menjadi sistem kredit semester (SKS) yang sudah diambil, serta bisa dikaitkan dengan program kampus merdeka sehingga jadi mereka tetap mendapatkan kredit dalam kuliah.

Baca Juga: Luhut Sebut Kematian Covid-19 Banyak Terjadi karena Isolasi Mandiri, 4 Daerah Butuh Perhatian Khusus

Penulis : Isnaya Helmi Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV/Laman Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi


TERBARU