> >

Bincang-Bincang dengan 2 Ilmuwan Indonesia di Balik Pembuatan Vaksin AstraZeneca

Kesehatan | 31 Juli 2021, 16:02 WIB

KOMPAS.TV - Salah satu vaksin covid-19 yang digunakan di Indonesia adalah aztrazeneca yang dikembangkan di Inggris.

Saat ini satu miliar orang di seluruh dunia telah menggunakannya.

Di balik penelitian vaksin itu, ada dua ilmuwan Indonesia yang bergabung dalam tim pengembangan vaksin Astrazeneca di bawah pimpinan Prof Sarah Gilbert di Universitas Oxford, Inggris. Mereka adalah Carina Joe dan Indra Rudiansyah.

Bahkan tak banyak yang tahu, salah satu pemegang hak paten vaksin AstraZeneca adalah perempuan asal Indonesia, Carina Citra Dewi Joe.

Menurut Carina, saat mendapat proyek uji klinis vaksin, ia seperti mendapat tanggung jawab besar. Sebab, hasil kerjanya akan memiliki pengaruh langsung untuk kehidupan masyarakat secara global.

“Perasaannya ada senangnya, ada susahnya juga. Saya berbicara mewakili tim saya, tim manufacturing dari Jenner Oxford. Kita bekerja super keras ,” kata Carina dalam acara virtual bincang santai di Instagram Live Duta Besar Indonesia untuk Inggris Desra Percaya, beberapa waktu lalu.

Saat pandemi, ia dan timnya bekerja 7 hari.  Mereka bekerja lebih dari 12 jam sehari.

Selain itu, kandidat doktor Universitas Oxford Indra Rudiansyah juga merasa senang dan bangga karena bisa belajar dari orang-orang yang profesional di bidang uji klinis.

Indra menuturkan, ia bisa mendapat banyak ilmu dari mereka, seperti bagaimana mengelola desain uji klinis, merekrut volunter dan pembagian tugas di lab imunologi.

Saat ini lebih dari 170 negara sudah menyetujui penggunaan vaksin covid 19 oxford AstraZeneca.

Satu miliar orang di seluruh dunia termasuk Indonesia sudah menggunakannya.

Banyak nyawa terselamatkan.

Simak bincang-bincang Jurnalis Kompas TV Riko Anggara dengan Carina dan Indra Rudiansyah, dua ilmuwan Indonesia yang terlibat dalam pembuatan vaksin Oxford AstraZeneca dalam tayangan berikut ini.

Penulis : Anjani-Nur-Permatasari

Sumber : Kompas TV


TERBARU