> >

Anies: Bila Ada yang Meninggal Saat Isolasi Mandiri Kita Laporkan, Tidak Pernah Ditutup-tutupi

Update corona | 26 Juli 2021, 04:05 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat memberikan sambutan pada Peringatan Hari Pendidikan nasional (Hardiknas) 2021), Minggu (2/5/2021). (Sumber: YouTube Radio Dinas Pendidikan DKI Jakarta)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan tidak pernah menutup data soal perkembangan pandemi Covid-19, termasuk yang meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri.

Demikian hal tersebut ditegaskan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dalam sebuah webinar gerakan vaksinasi di JIExpo Kemayoran, Jakarta pada Minggu (25/7/2021).

Baca Juga: Anies: Jangan Terburu-Buru Menyimpulkan Covid-19 Sudah Melewati Puncaknya

"Soal isolasi mandiri saya rasa perlu garisbawahi. Di Jakarta, tidak pernah menutup data, tidak pernah mengurangi, tidak pernah menambahi," ujar Anies.

"Bila ada yang meninggal, kita laporkan, bila selamat kita laporkan, tidak pernah ditutup-tutupi."

Menurut Anies, Jakarta mungkin merupakan satu-satunya daerah yang memiliki data mengenai status pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri.

Baca Juga: Klaim Anies Baswedan: IGD Tak Lagi Penuh, Positivity Rate Menurun!

"Ini hasil rapat-rapat kita (Forkopimda), bahwa tim Lurah, Babinsa, Babinkamtibmas, itu harus tahu siapa yang positif, siapa yang isolasi mandiri di setiap wilayahnya," ujar Anies.

Data-data itu, Anies menambahkan, juga diberikan ke kanal laporan warga LaporCovid-19 yang disusun oleh mereka dan disampaikan kepada warga.

Anies meminta data-data yang disusun baik oleh LaporCovid-19 maupun yang disusun pemerintah agar diperhatikan dan dicermati untuk kepentingan bersama.

Penulis : Tito Dirhantoro Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Antara


TERBARU