> >

Wagub DKI Jakarta: Negara Bebaskan Beban Biaya Penempatan Pekerja Migran Indonesia

Berita utama | 23 Juli 2021, 13:51 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta AHmad Riza Patria (Sumber: KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO )

JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, mengatakan negara hadir untuk membebaskan biaya penempatan yang dikeluarkan Pekerja Migran Indonesia (PMI). 

"Pekerja migran tidak boleh lagi menjual harta benda milik keluarga atau meminjam uang ke rentenir untuk penempatan," kata Riza dilansir dari ANTARA, Jumat (23/7/2021). 

Riza mengatakan, pekerja migran adalah pahlawan devisa yang sudah selayaknya diperlakukan secara hormat oleh negara. 

"Pekerja migran adalah pahlawan devisa yang sudah selayaknya diperlakukan dengan hormat oleh negara," kata Riza. 

Pembebasan biaya penempatan bagi PMI merupakan hasil inisiasi Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

Baca Juga: Ada Laporan 1.214 Warga Isoman Meninggal Dunia, Wagub DKI Janji akan Periksa Kebenarannya

Pembebasan biaya penempatan PMI diatur dalam Peraturan BP2MI Nomor 9 tahun 2020.

Biaya yang dibebaskan antara lain; tiket keberangkatan, tiket pulang, visa kerja, pelatihan, sertifikat kompetensi, jasa perusahaan, jaminan sosial, pemeriksaan kesehatan di Indonesia hingga akomodasi.

PMI yang tidak dibebankan biaya penempatan ialah pekerja di sektor informal seperti pengurus rumah tangga, pengasuh bayi, pengasuh lanjut usia (lansia), juru masak, supir keluarga, perawat taman, pengasuh anak, petugas kebersihan, pekerja ladang/perkebunan, dan awak kapal perikanan migran.

Seluruh biaya penempatan dibebankan kepada pemberi kerja kecuali pelatihan dan sertifikat kompetensi yang dibiayai oleh pemerintah daerah.

Baca Juga: Belum Semua Calon Pekerja Migran dari DIY Ikut Vaksinasi Covid-19, Ini Alasannya

Per Juni 2021, tercatat ada 6.880 penempatan berdasarkan data milik BP2MI.

Dari jumlah tersebut, sebesar 77 persen bekerja di sektor informal dan 23 persen di sektor formal.

Penempatan terbesar per Juni 2021 yakni di Hong Kong dengan presentase sebanyak 73,3 persen.

Sementara sisanya tersebar di Italia, Turki, Taiwan, dan Singapura. 

Penulis : Hasya Nindita Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV/ANTARA


TERBARU