> >

Epidemiolog UGM Sebut PPKM Darurat Belum Efektif Tekan Kasus Covid-19

Update corona | 23 Juli 2021, 13:25 WIB
Ilustrasi Penerapan PPKM darurat sepanjang 3 sampai 20 Juli 2021 belum berdampak pada penurunan jumlah kasus positif Covid-19. (Sumber: Shutterstock)

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV- Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sepanjang 3 sampai 20 Juli 2021 lalu ternyata belum berdampak pada penurunan jumlah kasus positif Covid-19.

Hal itu diungkapkan epidemiolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Bayu Satria Wiratama yang menilai penurunan kasus Covid-19 justru karena jumlah tes yang dilakukan juga menurun.

"Jadi sempat terjadi penurunan kasus itu karena jumlah sampel yang dites menurun dan itu juga sudah diakui oleh pemerintah," ujarnya, Jumat (23/7/2021).

Persentase jumlah kasus positif cenderung stabil dan hal ini bisa dilihat dari positivity rate yang cenderung stabil.

Baca Juga: Vaksin Covid-19 untuk Anak Belum Teruji, Ini Kata Epidemiolog UGM

Menurut Bayu, tingginya angka kasus positif Covid-19 dalam dua bulan terakhir tidak berhubungan dengan gencarnya program vaksinasi.

Sebaliknya, peningkatan kasus ini
mendapat kontribusi dari masyarakat yang abai dengan protokol kesehatan.

"Vaksin itu aman, tetapi yang mungkin terjadi pelaksanaannya tidak terkendali dan menyebabkan 5M tidak dijaga," ucapnya.

Ia menduga ada kemungkinan juga peningkatan kasus sudah terjadi lama, namun tidak terpantau karena jumlah tes minim.

Diperkirakan sejak Mei 2021, sudah terjadi peningkatan jumlah kasus Covid-19, akan tetapi banyak yang tidak terdeteksi.

Ia menyarankan pemerintah untuk semakin gencar melaksanakan vaksinasi supaya herd immunity bisa tercapai.

Terlebih, laju vaksinasi saat ini masih tergolong rendah dan sulit jika menargetkan September 2021 sudah ada herd immunity di Jawa dan Bali.

"Kecuali bisa melakukan vaksinasi dua juta per hari," tuturnya.

Baca Juga: Tembus 791 Kasus Covid-19 per Hari di DIY, Begini Saran Epidemiolog UGM

Epidemiolog UGM ini juga meminta pemerintah memperbanyak lokasi tempat isolasi mandiri terpusat sehingga pasien Covid-19 bisa terpantau dengan baik dan mendapat
screening lebih awal apabila mengarah ke gejala yang lebih berat.

Penulis : Switzy Sabandar Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU