> >

Kematian Akibat Covid-19 Berdampak pada Jumlah Anak Yatim Piatu, Ini Pesan KPAI untuk Pemerintah

Peristiwa | 23 Juli 2021, 14:10 WIB

KOMPAS.TV - Nasib pilu dialami Vino bocah berusia 10 tahun asal Kampung Linggang Purworejo, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Vino kini harus hidup seorang diri setelah ibunya Lina Safitri meninggal dunia dalam kondisi hamil 5 bulan pada 19 Juli lalu.

Sehari kemudian, ayah vino, Kino Raharjo juga meninggal dunia. Keduanya meninggal setelah positif covid-19. Keduanya sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Harapan Insan Sendawar Kutai Barat.

Adik Kino, Margono sempat bercerita bahwa kakaknya sempat divaksin pada 29 Juni 2021. Kemudian jatuh sakit. saat sakit, ayah Vino masih tetap berjualan makanan keliling.

Namun kondisi keduanya kian memburuk di rumah sakit hingga akhirnya meninggal dunia.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memprediksi, peningkatan kasus kematian akibat Covid-19 berdampak pada jumlah anak yang kehilangan pengasuhan orangtua atau jadi yatim piatu.

Sejauh ini, KPAI belum memiliki data pasti tentang jumlah anak yatim piatu akibat kasus Covid-19.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia Retno Listyarti pun mengatakan entah mengapa hingga saat ini pemerintah Indonesia belum mendata anak-anak yang menjadi yatim piatu selama pandemi covid-19 ini.

Sementara itu, Wakil Ketua KPAI, Rita Pranawati meminta pihak Pemerintah agar ikut memperhatikan kondisi anak dari keluarga yang terdampak covid-19.
 

Penulis : Anjani-Nur-Permatasari

Sumber : Kompas TV


TERBARU