> >

Jokowi Minta Penyekatan Selama PPKM Dievaluasi: Jangan Keras dan Kasar

Politik | 17 Juli 2021, 18:54 WIB
Presiden Joko Widodo. (Sumber: KompasTV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Joko Widodo meminta ada evaluasi titik-titik penyekatan yang dilakukan saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

"Berkaitan dengan mobility index, mobilitas manusia. Kita telah melakukan penyekatan-penyekatan tapi kalau saya lihat, malam juga pagi tadi ke Pulogadung saya lihat masih cukup ramai, tadi malam saya ke kampung juga ramai banget," terang Jokowi melalui keterangan virtualnya yang disiarkan melalui akun YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (17/7/2021).

"Artinya penyekatan ini mungkin perlu kita evaluasi," tambah mantan Wali Kota Solo itu.

Baca Juga: Jokowi: Perpanjangan PPKM Harus Diputuskan dengan Pertimbangan Jernih 

Jokowi juga minta agar penyakatan di lapangan dilakukan dengan pendekatan persuasif. Tanpa kekerasan.

"Saya minta kepada Polri dan juga Mendagri, kepada daerah agar jangan keras dan kasar, tegas dan santun sambil sosialisasi memberikan ajakan-ajakan. Itu mungkin bisa sampai pesannya," katanya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu tak ingin terjadi peristiwa-peristiwa seperti di Sulawesi beberapa waktu lalu. "Misalnya Satpol PP memukul pemilik warung apalagi ibu-ibu menjadi memanaskan suasana," tuturnya.

Presiden Jokowi juga mengimbau para menteri dan pejabat terkait agar membuat kajian yang lebih detail mengenai penyekatan tersebut. Ia mempertanyakan efektifitas penyekatan, apakah menurunkan kasus.

Karena menurut dia, saat ini, yang terkonfirmasi Covid-19 banyak terjadi di keluarga-keluarga. Jokowi minta strategi lain yang mungkin bisa intervensi ke wilayah keluarga itu.

"Karena menurut saya kuncinya justru karena klasternya keluarga, kuncinya justru urusan memakai masker. Kedisiplinan protokol kesehatan memakai masker terutama," tambah Presiden.

Penulis : Hedi Basri Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV


TERBARU