> >

Bukan Mudik, IDI Sebut Lonjakan Covid-19 di Indonesia karena Lalai Antisipasi Varian Delta

Update corona | 29 Juni 2021, 17:24 WIB
Ilustrasi varian baru Covid-19 diumumkan WHO sebagai Variant of Interest. Varian Lambda adalah varian virus corona dari Peru yang pertama kali teridentifikasi pada Agustus 2020. (Sumber: SHUTTERSTOCK/Lightspring)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengungkapkan, lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia bukan karena mudik hari raya.

Tapi disebabkan karena kelalian instansi terkait untuk mengantisipasi masuknya varian Delta di Tanah Air.

"Ini gara-gara kita teledor, dari luar negeri, kenapa yang disalahin orang mudik? Mudik memang faktor untuk memperbesar saja, tapi faktor utama penyebabnya, kan virus Delta," jelas Wakil Ketua Umum Pengurus IDI, Slamet Budiarto, dikutip dari Kompas.com, Minggu (27/6/2021).

Kata Slamet, yang mudik tidak banyak, sementara, masa inkubasi mudik juga sudah selesai. "Harusnya dua minggu setelah tanggal 17 itu sudah meledak. Ini kan sudah sebulan lebih," tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, virus corona varian Delta dikatakan ahli punya kemampuan menyebar lebih cepat.

Baca Juga: Kembali Bertambah, Rusun Nagrak Kini Tampung 1.157 Pasien Covid-19

Oleh karena itu, Slamet meminta pemerintah memperketat akses warga dari luar negeri yang hendak masuk ke Indonesia. 

Sebab, lanjutnya, varian Delta diketahui tertular dari orang yang memiliki riwayat perjalanan keluar negeri dan sebagian kasus dari transmisi lokal. 

Slamet juga menyarankan agar pintu masuk ke Indonesia ditutup sementara. Atau setidaknya dilakukan perpanjangan masa karantina warga yang baru tiba di Tanah Air.

"Harus (menutup pintu masuk), kalau tidak (menutup pintu masuk) total pun bisa karantina, misal karantina kemarin cuma tiga atau lima hari sekarang harus 10 hari kan bisa," terang Slamet.

Baca Juga: Gencar, Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 untuk Warga Pesisir dan Nelayan di Makassar

Varian virus corona yang pertama kali ditemukan di India ini terdeteksi masuk ke Indonesia pada awal Mei 2021.

Data Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI pada Rabu 23 Juni 2021 mencatat total ada 160 kasus varian Delta di Indonesia.

Seluruh kasus tersebut tersebar di sembilan provinsi, di antaranya Jawa Tengah 80 kasus, DKI Jakarta 57 kasus, Jawa Timur 10 kasus, Sumatera Selatan 3 kasus.

Disusul Kalimantan Tengah 3 kasus, Kalimantan Timur 1 kasus, Banten 2 kasus, Gorontalo 1 kasus dan Jawa Barat 1 kasus.

Baca Juga: 7.123 Pasien Covid-19 Dirawat di RS Wisma Atlet, 176 Nakes dari Akmil Siap Bantu Pelayanan

Penulis : Hedi Basri Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU