> >

Jokowi: Universitas Tidak Perlu Menghalangi Mahasiswa untuk Berekspresi

Politik | 29 Juni 2021, 15:37 WIB
Presiden Jokowi saat memberi penjelasan tentang Perkembangan Penanganan Covid-19 di Indonesia (Sumber: Tangkapan Layar Youtube Setpres)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Presiden Joko Widodo mengatakan, kritik yang disampaikan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia sebagai hal biasa dalam negara demokrasi.

Presiden Jokowi menilai Universitas Indonesia tidak perlu menghalangi mahasiswa untuk berekspresi.

Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Joko Widodo dalam video singkat merespons kritikan mahasiswa BEM UI di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (29/6/2021).

“Saya kira ini bentuk ekspresi mahasiswa dan ini negara demokrasi,” katanya.

“Jadi kritik itu ya boleh-boleh saja dan Universitas tidak perlu menghalangi mahasiswa untuk berekspresi,” tambahnya.

Baca Juga: Sebelum BEM UI, BEM UGM Juga Sindir Jokowi Lewat Meme Presiden Orde Paling Baru

Bagi Presiden Jokowi, apa yang disampaikan BEM Universitas Indonesia merupakan proses belajar dalam berekspresi.

“Saya kira biasa saja mungkin mereka sedang belajar mengekspresikan pendapat, tapi yang saat ini penting kita semuanya memang bersama-sama fokus untuk Penanganan Covid-19,” katanya.

Presiden Jokowi menuturkan dirinya sejak dulu hingga saat ini terus memonitor sejumlah kritik yang dialamatkan kepadanya.

“Iya itu kan sudah sejak lama dulu ada yang bilang saya ini klemar-klemer, ada yang bilang juga saya itu plonga-plongo, kemudian ganti lagi ada yang bilang saya ini otoriter,” ujarnya.

“Kemudian ada juga yang ngomong saya ini bebek lumpuh dan baru-baru ini ada yang ngomong saya ini Bapak Bipang dan terakhir ada yang menyampaikan mengenai The King Of Lip service,” lanjutnya.

Meski tidak merasa terganggu, Presiden Jokowi berharap kritik yang dialamatkan terhadap dirinya atau pun pemerintahan ditunjukkan dengan tata krama dan kesopansantunan.

“Tapi juga ingat kita ini memiliki budaya tata krama, memiliki budaya kesopansantunan ya,” ujarnya.

Baca Juga: PPP: Kritik BEM UI Itu Bukan Penghinaan ke Jokowi

Sebelumnya, Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman mengatakan Pimpinan Universitas Indonesia harus bertanggungjawab atas unggahan yang dilakukan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI terhadap Presiden Joko Widodo.

Hal tersebut disampaikan oleh Fadjroel Rachman menanggapi meme berjudul Jokowi The King of Lip Service yang diunggap di akun media sosial BEM Universitas Indonesia.

“Segala aktivitas kemahasiswaan di Universitas Indonesia, termasuk BEM UI menjadi tanggungjawab Pimpinan Universitas Indonesia,” tegas Fadjroel Rachman melalui pesan singkat kepada Kompas TV, Senin (28/6/2021).

Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV


TERBARU