> >

Soal Penanganan Pandemi Covid-19, Jokowi: Kebijakan Harus Cepat dan Tepat

Politik | 25 Juni 2021, 21:07 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) (Sumber: Kompas.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan semua pihak bahwa harus tetap waspada karena pandemi Covid-19 belum berakhir. 

Menurut Jokowi, situasi luar biasa yang dihadapi bangsa ini harus direspons dengan kebijakan yang cepat dan tepat. Kesamaan frekuensi semua pihak juga dinilai penting untuk menghadapi situasi pandemi. 

"Situasi yang kita hadapi masih dalam situasi extraordinary (luar biasa), yang harus direspons dengan kebijakan yang cepat dan tepat, yang membutuhkan kesamaan frekuensi oleh kita semuanya," kata Jokowi dikutip dari laman Setkab, Jumat (25/6/2021). 

Kepala Negara menjelaskan frekuensi yang sama harus dimiliki oleh semua tataran lembaga negara dan di seluruh jajaran pemerintah pusat sampai pemerintah daerah.

Sejak pandemi muncul di tahun 2020, Jokowi menuturkan pemerintah telah merespons dengan melakukan langkah-langkah luar biasa, termasuk perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Baca Juga: Mendadak Blusukan ke Rawasari, Jokowi: Memastikan PPKM Mikro Berjalan Atau Tidak

Pemerintah, lanjut dia, telah melakukan refocusing dan realokasi anggaran di seluruh jenjang kepemerintahan dan memberi ruang relaksasi defisit APBN dapat diperlebar di atas tiga persen selama tiga tahun.

"Pelebaran defisit harus kita lakukan mengingat kebutuhan belanja negara makin meningkat untuk penanganan kesehatan dan perekonomian, pada saat pendapatan negara mengalami penurunan,” jelasnya.

Tak hanya itu, Jokowi juga menuturkan mendorong berbagai lembaga negara melakukan pembagian beban (sharing the pain).

"Menghadapi pandemi dengan semangat kebersamaan, menanggung beban bersama, seperti burden sharing yang dilakukan pemerintah bersama Bank Indonesia (BI),” imbuhnya.

Penulis : Isnaya Helmi Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV


TERBARU