> >

Pasca Instruksi Presiden, Kepolisian Makin Gencar Tangkap Pelaku Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok

Kriminal | 13 Juni 2021, 15:59 WIB
Polres jakarta utara rilis(11/06) mengenai penangkapan 49 pelaku pungutan liar di pelabuhan tanjung priok. Pungutan yang ditarik kisaran 2000 rupiah sampai 20000 rupiah per pos penjagaan. (Sumber: ANGGI / KOMPAS TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepolisian RI kian gencar menangkapi orang-orang yang melakukan pungutan liar (pungli) dalam kaitan dengan premanisme di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok. Tercatat, sebanyak 49 orang yang dinyatakan sebagai preman, ditangkap polisi. Satu di antaranya koordinator pungli di area JICT, yaitu Ahmad Zainul Arifin.

"Atasan yang tujuh orang kemarin ditangkap," kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Ajun Komisaris Besar Putu Kholis merujuk ke Ahmad Zainul Arifin kepada wartawan, Sabtu (12/6/2021).\

Baca Juga: Polisi Tangkap Bos Pelaku Pungli di JICT Tanjung Priok

Menurut Putu, tersangka merupakan seorang karyawan outsourcing yang memiliki wewenang untuk memberi perintah para operator crane dalam memilih truk yang lebih dulu akan dilayani dalam proses bongkar muat.

Para preman di JICT mematok uang pungli mulai dari Rp2 ribu hingga Rp20 ribu. Sementara itu, Zainul sebagai koordinator akan menerima pungli sebanyak Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per hari.

Biasanya, modus yang dilakukan para operator tersebut dengan meletakkan kantong plastik atau botol mineral.

Baca Juga: Polisi Ungkap Bos Pungli di JICT Ternyata Supervisor Karyawan Outsourcing Yang Dipekerjakan di JICT

Sementara itu, menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan tersangka juga mengerahkan pelaku lain untuk bisa kabur dari kejaran aparat. Bahkan, terkait penangkapan preman di Tanjung Priok sudah dibagikan melalui grup WhatsApp di kelompok tersebut.

Salah satu informasi yang dibagikan, yaitu agar pelaku-pelaku yang belum ditangkap tidak membuka suara soal praktik pungli di area JICT ini.

Hingga kini, pihak kepolisian masih terus berupaya untuk menumpas praktik pungli di Pelabuhan Tanjung Priok. Terlebih, mayoritas pelaku adalah para karyawan yang bekerja di perusahaan bongkar muat.

"Supaya enggak ketahuan, tersangka meminta yang lain jangan 'buka-buka kartu', jangan kasih tahu kalau melibatkan dia," pungkasnya.

Baca Juga: Koordinator Pungli di Tanjung Priok Punya Sepatu Bola Seharga Rp2,7 Juta, Tiap Hari Dapat Rp150 Ribu

Diberitakan sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstrusikan jajarannya di seluruh Polda dan Polres memberantas aksi premanisme yang meresahkan masyarakat. Perintah ini merupakan tindak lanjut instruksi dari Presiden Joko Widodo kepada Kapolri untuk menindak preman di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

 

Penulis : Nurul Fitriana Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV


TERBARU