> >

Christian Eriksen Kolaps Saat Pertandingan di EURO 2020, Benarkah karena Serangan Jantung?

Kesehatan | 13 Juni 2021, 05:50 WIB
Christian Eriksen dievakuasi setelah kolaps di tengah jalannya laga grup B Euro 2020 antara Denmark vs Finlandia di Stadion Parken, Copenhagen, Sabtu (12/6/2021) WIB.  (Sumber: Friedemann Vogel/AFP/POOL )

Sebelumnya, ada dua kejadian yang menghenyak publik sepak bola dunia soal pemain yang meninggal karena sakit jantung. Lebih parahnya lagi, pemain tersebut meninggal di lapangan.

Publik sepak bola mungkin ingat kasus meninggalnya Marc-Vivien Foe, gelandang Kamerun pada tahun 2003, ketika Kamerun bertemu Kolombia di semifinal Piala Konfederasi yang berlangsung di Prancis.

Baca Juga: Timnas Jerman dan Inggris Beri Dukungan ke Christian Eriksen

Pada menit ke-72, Foe kolaps tanpa ada yang tahu penyebabnya. Beberapa waktu kemudian, hasil otopsi lanjutan menunjukkan bahwa Foe meninggal karena pembengkakan jantung. Kondisi turunan seperti itu diketahui bisa meningkatkan risiko kematian ketika berlatih secara fisik.

Lalu, satu kejadian lagi adalah meninggalnya pemain klub Sevilla asal Spanyol, Antonio Puerta, pada 2007. Puerta ambruk saat pertandingan berlangsung. Penyebab kematiannya adalah kardiomiopati ventrikel kanan arrhythmogenic, penyakit jantung turunan yang dihubungkan dengan adanya fibro-fatty replacement patologis di otot ventrikel kanan.

Dua kejadian itu mendapat perhatian besar dunia. Sebelumnya, sudah ada riwayatnya beberapa pemain sepak bola yang tutup usia akibat penyakit jantung. Oleh karena itu, penyakit ini harus diwaspadai.

Sebelum semuanya terlambat, ada baiknya kenali gejala penyakit jantung.

Baca Juga: EURO 2020, Kronologi Christian Eriksen Kolaps di Lapangan Saat Denmark versus Finlandia

Menurut dr. Andika Widytama dari KlikDokter, awalnya gejala penyakit jantung sulit dirasakan, tapi gejala yang biasanya muncul untuk ciri-ciri penyakit jantung yang biasa kamu kenali adalah sebagai berikut:

-Nyeri di bagian dada

-Rasa tidak nyaman di bagian leger, lengan kiri, bahu, rahang, hingga punggung

-Sesak napas

-Pusing seperti berputar

-Mual dan keringat dingin

Gejala penyakit jantung memang sulit terdeteksi. Akan tetapi, jika menemui gejala yang mirip seperti di atas, lebih baik segera ke dokter untuk memeriksakannya.

Baca Juga: Sempat Kolaps di Lapangan, Kondisi Christian Eriksen Sudah Stabil

Penulis : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU