> >

Novel Ternyata Sempat Tanya Langsung Firli Bahuri soal TWK hingga Hubungan Organisasi Terlarang

Politik | 2 Juni 2021, 21:17 WIB
Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK. (Sumber: KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri sempat berbicara dengan penyidik senior Novel Baswedan soal pelaksanaan tes wawasan kebangsaan (TWK).

Saat itu, Novel menanyakan kepentingan melaksanakan tes ini bagi pegawai KPK.

“Saya sempat tanya Pak Firli, saya WhatsApp, apakah jika TWK digunakan untuk mencari tahu ada pegawai yang berhubungan dengan organisasi terlarang, maka sudah ada indikasinya? Apa indikasinya?” kata Novel dalam sebuah diskusi virtual, Rabu (2/6/2021).

Baca Juga: Ketua KPK Klaim Masih Memburu Harun Masiku

Pertanyaan Novel itu muncul karena para pimpinan KPK selalu mengatakan alasan mengadakan TWK untuk mengetahui afiliasi pegawai KPK dengan organisasi terlarang, kecintaan pada NKRI, dan kepatuhan pada UUD 1945 serta Pancasila.

Firli, kata Novel, mengakui tidak mengetahui ada pegawai KPK yang terafiliasi dengan organisasi terlarang.

“Dijawab beliau, 'Tidak ada'. Lalu saya mengatakan, jika memang ada indikasinya, tidak perlu menunggu proses peralihan status kepegawaian,” tutur Novel.

Menurut Novel, KPK bisa langsung memberhentikan pegawai yang terindikasi berhubungan dengan organisasi terlarang tanpa proses alih status menjadi aparatur sipil negara (ASN).

“Setiap saat pegawai (yang terafiliasi organisasi terlarang) itu bisa diberhentikan, disingkirkan, karena hal itu juga sudah melanggar kode etik di KPK,” imbuh Novel.

Novel menuturkan, Firli beralasan pihaknya meminta Badan Kepegawaian Negara mengadakan TWK untuk memetakan pegawai KPK.

Penulis : Ahmad Zuhad Editor : Fadhilah

Sumber : Kompas TV


TERBARU