> >

Epidemiolog: Tracing Kontak Covid-19 di Indonesia Melemah, Testing Covid-19 Masih Jauh dari Target

Sapa indonesia | 30 Mei 2021, 22:20 WIB

KOMPAS.TV - Prediksi adanya lonjakan kasus covid-19 usai libur lebaran mulai terbukti.

Sejumlah daerah yang menjadi tujuan mudik, menunjukkan peningkatan kasus yang signifikan.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menjelaskan, secara nasional keterisian tempat tidur isolasi di rumah sakit rujukan covid-19 mengalami kenaikan 14,2 persen dalam rentang 20 hingga 26 Mei 2021.

Kenaikan disumbang 5 wilayah, yaitu DKI Jakarta naik 23,7 persen, Jawa Barat naik 20,3 persen, Jawa Tengah naik 23,13 persen, Banten naik 21,2 persen dan Daerah Istimewa Yogyakarta naik 18,18 persen.

Di Jakarta, jumlah pasien covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Wisma Atlet Kemayoran, terus bertambah setelah libur lebaran.

Koordinator Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Mayjen Tugas Ratmono menjelaskan terjadi peningkatan tingkat hunian sebesar 17,10 persen, dalam periode 17 hingga 29 Mei.

Di Kudus, Jawa Tengah, lonjakan jumlah pasien covid-19, membuat rumah sakit rujukan kekurangan tenaga medis.

Hal itu karena tenaga medis ada yang sudah terpapar covid-19.

Para pasien pun kemudian ditampung di 5 rumah sakit rujukan di Jawa Tengah.

Epidemiolog Universitas Gadjah Mada, Riris Andono Ahmad menyebut lonjakan penambahan kasus positif corona akibat longgarnya aktivitas masyarakat selama libur lebaran.

Tak hanya itu Epidemiolog dari Universitas Airlangga, Windhu Purnomo juga menjelaskan kondisi testing di Indonesia yang masih di bawah target dan kondisi tracing yang kian melemah.

Simak pembahasan selengkapnya bersama Hery Trianto, Ketua Bidang Komunikasi Publik Satgas Covid-19, dan Widhu Purnomo, Epidemiolog dari Universitas Airlangga Surabaya dalam tayangan berikut.
 

Penulis : Anjani-Nur-Permatasari

Sumber : Kompas TV


TERBARU