> >

Sekjen PKS: Tugas Berat Sudah Menanti Menteri yang Baru

Politik | 29 April 2021, 13:22 WIB
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Aboe Bakar Alhabsyi (Sumber: dpr.go.id)

JAKARTA, KOMPAS.TV -  Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Aboe Bakar Alhabsyi menyampaikan bahwa  tugas berat sudah menanti dua kementerian hasil reshuffle terbatasRabu (28/4/2021).

Pasalnya, penggabungan dan pembentukan kementerian atau lembaga baru secara langsung akan diikuti dengan tanggung jawab yang lebih banyak dan lingkup kerja yang lebih luas.

Baca Juga: Politikus PDIP: Kalau Setelah Lebaran Presiden Mau Reshuffle Lagi, Monggo

Mulai dari tugas Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud-Ristek) Nadiem Makarim, yang menurut Aboe akan semakin berat karena kini mesti membagi perhatian tidak hanya ke sektor pendidikan dan kebudayaan tapi juga riset dan teknologi.

"Kita bisa lihat, itu tidak mudah. Semoga beban ini akan bisa diatasi oleh beliau, dan saya yakin ketika presiden sudah memilih, itu pasti sudah ada catatan-catatan dan dialog sebelumnya. Itu pasti prosesnya panjang," kata Aboe kepada wartawan, Rabu (28/4/2021).

Baca Juga: Jokowi Lantik Nadiem dan Bahlil, Puan Maharani: Reshuffle Besar-besaran Tidak Terbukti

Adapun untuk Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, Aboe melihatnya sebagai posisi yang tak kalah penting dan strategis.

"Pastinya, investasi ini penting, terutama di tengah pandemi Covid-19. Semoga, dia yang terpilih mampu memberi solusi dan memberi alternatif investasi yang terbaik untuk Indonesia," kata Aboe.

Baca Juga: Bima Arya Sebut Tak Ada Obrolan Soal Reshuffle dalam Pertemuannya dengan Jokowi

Tak lupa Aboe pun berharap, dengan formasi baru dalam Kabinet Indonesia Maju, Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta para menteri dapat bekerja lebih baik dalam mengatasi berbagai persoalan masyarakat.

Penulis : Aryo Sumbogo Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU