> >

Hidrofon KRI Nanggala 402 Sudah Diangkat ke Permukaan, Ini Fungsinya

Peristiwa | 27 April 2021, 18:36 WIB
Kapal selam KRI Nanggala-402 buatan tahun 1952 saat latihan Pratugas Satgas Operasi Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Maphilindo 2017 di Laut Jawa, Jumat (20/1/2017). (Sumber: Antara via Kompas.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Tim gabungan evakuasi KRI Nanggala 402 berhasil menggangkat hidrofon menggunakan Remotely Operated Vehicle (ROV) milik kapal penyelamat Singapura, MV Swift Rescue.

Hidrofon atau alat perekam suara bawah air merupakan bagian penting dari sistem sonar.

Hidrofon milik KRI Nanggala 402 ini berfungsi untuk mendeteksi kapal selam atau kapal di permukaan.

Asisten Perencanaan dan Anggaran KASAL Laksamana Muda Muhammad Ali menjelaskan selain Hidrofon tim evakuasi dari TNI AL dan kapal bantuan lainnya juga telah menemukan lokasi torpedo KRI Nanggala 402.

Baca Juga: TNI AL Jawab Soal Beredarnya Informasi Kapal KRI Nanggala 402 Ditembak Rudal Asing

Menurut Ali, tim masih melakukan pengangkatan serpihan kecil dari KRI Nanggala menggunakan ROV.

Sedangkan untuk bagian yang besar akan dikoordinasikan lebih lanjut, sebab daya angkut ROV hanya mencapai 150 Kg.

"Update terbaru kita sudah menemukan mengangkat pake ROV itu hidrofon dari kapal selam KRI Nanggala 402. Kemudian beberapa foto yang diambi ditemukan torpedonya. Proses evakuasi nanti akan diupdate terus," ujar Ali saat jumpa pers di Mabes TNI, Selasa (27/4/2021).

Pada Minggu (25/4/2021), KRI Nanggala-402 dinyatakan berstatus subsunk (tenggalam) di kedalaman 853 meter.

Baca Juga: Anak dari Sepupu Menhan Prabowo Subiato Turut Gugur dalam KRI Nanggala-402

Hingga kini, tim SAR masih terus berusaha untuk mengangkat bangkai kapal ke permukaan. Rencananya, 53 jenazah personel KRI Nanggala-402 akan dievakuasi ke Surabaya, Jawa Timur.

Penulis : Johannes Mangihot Editor : Deni-Muliya

Sumber : Kompas TV


TERBARU