> >

Dua Robot Penyelam Terlibat Pencarian KRI Nanggala-402, Apa Itu ROV?

Update | 25 April 2021, 12:26 WIB
Remotely Operated Vehicle (ROV) milik Indonesia (Sumber: Tangkapan Layar KompasTV)

SOLO, KOMPAS.TV - Robot penyelam Remotely Operated Vehicle (ROV} dikerahkan dalam upaya pencarian KRI Nanggala-402 yang tetap diupayakan hingga kini. ROV yang digunakan dalam pencarian Minggu (25/04/2021) merupakan milik Polri serta bantuan dari Singapura.

Apa itu ROV?

ROV merupakan robot tanpa awak yang memiliki kemampuan untuk mengamati benda di lautan. Dalam kerjanya, robot ini dikendalikan dengan remote control secara langsung dari atas permukaan air. Sebelum diturunkan ke laut, lebih dulu akan ditentukan titik lokasi. Biasanya titik lokasi akan ditandai oleh KRI yang standby di tempat pencarian.

Baca Juga: Amerika Sampaikan Duka Mendalam Atas Tenggelamnya KRI Nanggala 402

ROV kemudian diturunkan untuk memastikan keberadaan benda yang dicari. ROV dilengkapi lampu untuk membantu penerangan di dalam laut serta kamera di setiap sisinya. Sonar yang dikeluarkan ROV akan mendeteksi keberadaan benda di bawah laut.

Ketika sonar mendeteksi adanya benda padat di dalam laut, alat tersebut akan mengeluarkan bunyi. Sonar ROV mendeteksi dalam jangkauan radius 60 meter. Perlengkapan Kamera ROV memapu menangkap gambar yang hasil tangkapannya akan terlihat pada monitor di permukaan sehingga pilot dapat memastikan ada atau tidaknya benda padat di dalam laut.

Peralatan ini pertama kali diperkenalkan pada pertengahan tahun 1980-an. ROV dikembangkan untuk area lepas pantai yang melebihi jangkauan juru selam. Alat ini biasa digunakan untuk operasi penyelamatan laut dalam dan memulihkan objek dari dasar laut, seperti bom nuklir yang hilang di Laut Mediterania setelah kecelakaan Palomares B-52 tahun 1966.

Pencarian KRI Nanggala-402 rencanannya akan melibatkan dua ROV, yakni ROV milik Polri dan ROV bantuan dari Singapura. ROV Polri memiliki efektivitas mendeteksi benda bawah laut pada kedalaman 200 hingga 300 meter. ROV milik Singapura memiliki efektivitas pendeteksian benda bawah laut hingga kedalaman 900 meter.

Baca Juga: Operasi Pencarian KRI Nanggala-402, Pipa Pendingin Hingga Alas Shalat ABK Ditemukan

Sebelum digunakan di Indonesia, ROV dilibatkan dalam pencatian pesawat jatuh, seperti Sriwijaya Air SJ 181, Lion Air JT 610, dan AirAsia QZ8501.

KRI Nanggala-402 dinyatakan tenggelam setelah sebelumnya dinyatakan hilang kontak di wilayah perairan utara Bali. Melalui barang-barang yang ditemukan, KRI Nanggala-402 dinyatakan mengalami keretakan berdasarkan sejumlah barang temuan dari badan kapal.

Kapal selam yang membawa sebanyak 53 orang awak hingga kini masih dalam pencarian. Melibatkan bantuan dari berbagai negara sahabat, diduga KRI Nanggala-402 berada pada kedalaman 850 meter dan berada 40 kilometer dari Pelabuhan Celukan Bawang, Bali.

Baca Juga: Keluarga Serda Eko Prasetyo Berharap Seluruh Kru Nanggala-402 Selamat

Penulis : Nurul Fitriana Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV


TERBARU