> >

Penggunaan Toa Masjid saat Membangunkan Sahur, MUI: Jangan Berlebihan, Lakukan Lebih Bermartabat

Sosial | 24 April 2021, 21:56 WIB
Ilustrasi toa atau pengeras suara yang terpasang di masjid. (Sumber: Kompas.com)

"Sebenarnya, suara berteriak itu di satu sisi mengingatkan untuk membangunkan, namun di sisi lain, suara tersebut tidak perlu berlebihan. Jadi cara membangunkan itu lebih bagus dengan cara bermartabat dan terhormat sehingga tidak menggangu lingkungan sekitarnya," ujar dia dikutip dari Tribunnews, Sabtu (24/4/2021).

Lebih lanjut, Amirsyah menerangkan pemakaian toa masjid juga dinilai tidak diperlukan lagi di daerah yang lingkungannya telah memiliki kesadaran tinggi. Artinya, mereka telah secara mandiri untuk bangun sahur.

"Bagi yang sudah memiliki kesadaran tinggi untuk bangun, maka suara yang menggangu itu tak perlu lagi. Oleh sebab itu, Ramadan ini kan membuat kita lebih disiplin, sahur, menahan diri dan ini diharapkan menjadi habit. Sehingga dia tidak perlu dibangunkan, bangun sendiri. Tapi ini perlu menjadi kesadaran kolektif oleh semua," pungkasnya.

Baca Juga: Masjid 7 Kubah, Perpaduan Arsitektur Mesir dan Persia

Sebagaimana diberitakan KompasTV sebelumnya, protes penyalahgunaan toa masjid pertama kali diungkapkan artis Zaskia Adya Mecca.

Ia memprotes dengan adanya suara teriak-teriak terdengar dari pengeras suara masjid tersebut saat membangunkan sahur. Kekesalannya itu pun diunggah melalui akun sosial medianya.

Menurutnya hal itu kurang etis karena Indonesia punya agama beragam, apalagi yang punya anak bayi yang tak sahur.

"Cuma mau nanya ini bangunin model gini lagi HITS katanya?! Trus etis ga si pake toa Masjid bangunin model gini?? Apalagi kita tinggal di Indonesia yang agamanya pun beragam. Apa iya dengan begini jadi tidak menganggu yang lain tidak menjalankan Sahur?!" tulis Zaskia.

Baca Juga: Pertanyakan Cara Membangunkan Sahur yang Lagi Hits, Postingan Zaskia Mecca ini jadi Sorotan

Penulis : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU