> >

Ratusan Warga India Masuk Indonesia, Politikus PKS Singgung Larangan Mudik Lebaran

Sosial | 23 April 2021, 09:54 WIB
Ilustrasi kedatangan di bandara. Sebanyak 127 WNA asal India masuk ke Indonesia saat "tsunami Covid-19" melanda India. (Sumber: Istimewa/ Dok. Humas Bandara Ngurah Rai)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua DPP PKS Sukamta mengkritisi peristiwa ratusan warga negara asing (WNA) asal India masuk ke Indonesia. Hal ini dapat berdampak pada kebijakan larangan mudik lebaran.

Kepada awak media, Sukamta meminta pemerintah mengkaji kembali aturan WNA masuk ke Indonesia. Hal ini berkaitan dengan kebijakan larangan mudik.

“Dengan pemerintah mengambil kebijakan mengurangi mobilitas WNI melalui pelarangan mudik, mestinya itu juga disertai kebijakan pengurangan WNA masuk Indonesia,” ujar Sukamta, Kamis (21/4/2021).

Baca Juga: Jangan Mudik, Anggota Komisi IX DPR Ingatkan Masyarakat Berkaca Pada India

Sukamta memahami bahwa pemerintah sedang berusaha menekan penularan Covid-19 dengan melarang mudik lebaran. 

Namun, ia khawatir kebijakan migrasi yang longgar ini menimbulkan persepsi buruk di tengah masyarakat.

“Jangan sampai ada kesan WNI diketati tapi WNA dilonggarkan. Kalau muncul persepsi begitu, akan kontra produktif. Bisa mengancam kebijakan pelarangan mudik,” ucap Sukamta.

Ia mengatakan, sikap yang sama mestinya berlaku untuk masalah migrasi dari luar negeri. 

Politikus asal Klaten itu pun meminta pemerintah segera mengubah kebijakan pembatasan kedatangan WNA.

Baca Juga: 5 Faktor Penyebab India Mengalami 'Tsunami' Covid-19 Hingga Tembus 300 Ribu Dalam 24 Jam

“Intinya kan pemerintah ingin menegakkan prosedur dengan mengurangi mobilitas supaya penyebaran COVID-19 segera bisa ditekan. Pembatasan WNA yang bersifat sementara mestinya juga dilakukan dan itu sifatnya segera,” kata Sukamta.

Penulis : Ahmad Zuhad Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU