> >

Lokasi Bencana NTT Penuh Bebatuan, Jokowi: Itu Menyulitkan Alat-alat Berat

Peristiwa | 9 April 2021, 14:29 WIB
Presiden Joko Widodo saat meninjau lokasi terdampak banjir bandang di NTT, Jumat (9/4/2021) (Sumber: Tangkapan Layar Youtube Setpres)

LEMBATA, KOMPAS.TV- Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi medan yang terdampak banjir bandang di Lembata, Nusa Tenggara Timur,  keadaannya penuh dengan  batu-batu besar. Kondisi ini, kata Presiden Jokowi, sangat menyulitkan alat-alat berat untuk beroperasi.

“Keadaannya berbatuan, batu yang besar-besar yang itu sangat menyulitkan juga alat-alat berat kita. Tetapi tadi sudah saya perintahkan agar terus dicari dan ditemukan yang masih hilang 45 orang,” ucap Presiden Jokowi, Jumat (9/4/2021)..

Presiden Jokowi menuturkan, berdasarkan pantauannya di lapangan Lembata merupakan daerah terdampak banjir bandang yang sangat parah. Meski demikian, Presiden Jokowi mengatakan telah memerintahkan jajarannya untuk mencari 45 korban yang belum ditemukan akibat banjir bandang akibat siklon seroja di Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga: Momen Jokowi Pantau dari Udara Dampak Banjir Bandang di Lembata, NTT

“Di Kabupaten Lembata ini korbannya paling banyak, dan saya terima baru saja tadi sampai siang hari, ini total korban di Nusa Tenggara Timur ada 163 yang meninggal dan masih dalam pencarian 45 orang,” kata Presiden Jokowi.

“Ini yang akan terus kita usahakan agar yang dalam pencarian tadi bisa segera ditemukan,” tambah Jokowi.

Dalam kunjungan kerjanya ke NTT, Presiden Jokowi mengutarakan telah memastikan jika logistic bagi pengungsi terdampak bencana banjir bandang sudah cukup. Keluhan lainnya yang diterima, kata Presiden, adalah soal mahalnya harga BBM pasca banjir bandang.

“Ada dari masyarakat menyampaikan bahwa BBMnya mahal, ya saya terima,” ujarnya.

Baca Juga: Di Akhir Masa Persidangan IV, Puan Maharani Sampaikan Ucapan Duka Bagi Korban Banjir Bandang NTT

Lebih lanjut Presiden Jokowi mengatakan, telah berbicara dengan Gubernur NTT Victor Laiskodat dan Bupati Lembata untuk merelokasi warga ke tempat yang jauh lebih aman.

Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU