> >

Razman Arif Mundur, Jubir Demokrat Kubu Moeldoko: yang Tidak Kuat akan Mudah Terserang Virus

Politik | 3 April 2021, 06:00 WIB
Juru Bicara Partai Demokrat kubu Moeldoko, Muhammad Rahmad menyampaikan permohonan maaf terhadap pemerintah terkait kegaduhan internal Partai Demokrat, Rabu (24/3/2021). (Sumber: KOMPAS TV)

JAKARTA, KOMPAS TV - Partai Demokrat kubu Moeldoko menghargai keputusan Razman Arif Nasution yang memilih mundur sebagai Ketua Advokasi dan Hukum Partai Demokrat pimpinan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko.

Juru Bicara Partai Demokrat kubu Moeldoko, Muhammad Rahmad, mengatakan keputusan Razman merupakan pilihan politiknya. Pihaknya pun secara terbuka telah menerima keputusan itu.

Baca Juga: Respons Demokrat Soal Usung Moeldoko di Pilgub DKI: Harus Siap Kompetisi dengan Kader Lain

"DPP Partai Demokrat pimpinan Bapak Moeldoko menghargai pilihan politik Razman Arif Nasution yang menyatakan mundur dari penasehat hukum dan kepengurusan Partai Demokrat pimpinan Bapak Moeldoko," kata Rahmad melalui keterangan tertulis yang diterima Jumat (2/4/2021).

Rahmad memastikan pihaknya tetap akan berjuang mengembalikan Partai Demokrat menjadi partai yang demokratis, terbuka, dan sepenuhnya untuk kesejahteraan rakyat.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya membutuhkan energi ekstra dan antibodi politik yang kuat.

"Mana yang tidak kuat, akan mudah terserang virus lemah gairah dan akan terseleksi secara alamiah," ucap Rahmad.

Baca Juga: Kuasa Hukum Kubu Moeldoko Mundur, Razman: Saya Tak Sejalan dengan Darmizal dan Nazaruddin

Rahmad menegaskan DPP Partai Demokrat tetap solid di bawah pimpinan Moeldoko untuk melanjutkan langkah politik ke tahap berikutnya.

"Ini baru awal dari sebuah perjuangan," kata Rahmad.

Sementara itu, Razman Arif Nasution mengungkapkan alasan dirinya mundur dari Partai Demokrat kubu pimpinan Moeldoko.

Itu karena tidak ada upaya dari kelompok KLB Partai Demokrat Deli Serdang untuk melengkapi berkas yang diminta oleh Kemenkumham.

Baca Juga: Partai Demokrat versi Moeldoko Ditolak Pemerintah, Ini Aksi Kader Pro AHY di Daerah

Selain itu, Razman juga mengaku selama ini tidak sejalan dengan M Nazaruddin dan Darmizal.

"Saya merasa sangat tak sejalan dengan saudara Darmizal dan Nazaruddin," ucap Razman.

Tidak hanya merasa tidak sejalan dengan Nazaruddin dan Darmizal, Razman menilai keberadaan Nazaruddin di kubu Moeldoko adalah beban bagi Partai Demokrat hasil KLB.

"Kenapa itu menjadi beban? Itu pertimbangan saya sendiri," ujarnya.

Baca Juga: Partai Demokrat Buka Pintu untuk Moeldoko, Bahkan Siap Usung di Pilgub DKI

Seperti diketahui, Razman Arif Nasution mundur tak lama setelah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) menolak permohonan pengesahan kepengurusan Partai Demokrat hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang.

Ketika memutuskan untuk mundur, Razman mengaku banyak mendapat telepon dari sejumlah pihak. Termasuk ada yang mengingatkan soal ancaman jika dirinya mundur.

"Tadi banyak telepon yang masuk ke saya. Ada juga yang mengingatkan jangan mundur karena berisiko bagi keselamatan saya dan keluarga," kata Razman.

Terkait pihak yang mengancamnya itu, Razman tidak menjelaskan siapa sosok orang tersebut. Ia hanya memastikan keputusannya untuk mundur sudah bulat.

Baca Juga: Pemerintah Tolak Kepengurusan Demokrat Kubu Moeldoko

"Saya jawab tidak takut dan saya tetap mundur, karena saya ini pejuang, bukan pecundang," ucap Razman.

Lebih lanjut, Razman mengatakan, bahwa dirinya memilih mengundurkan diri bukan karena ada pihak tertentu yang meminta atau memaksanya untuk mundur.

Melainkan, kata Razman, keputusannya untuk mundur dari Ketua Advokasi dan Hukum Partai Demokrat kubu Moeldoko murni karena dirinya sendiri.

"Saya tidak tahu itu dari siapa. Bagi saya setiap tindakan ada risikonya, apalagi kasus sebesar ini," kata Razman.

Baca Juga: Soal Usung Moeldoko di Pilgub DKI, Partai Demokrat: Belum Ada Pembahasan

"Bagi saya lumrah karena sudah sering (menangani) kasus-kasus besar."

Penulis : Tito-Dirhantoro

Sumber : Kompas TV


TERBARU