> >

Masyarakat Biak Papua Marah Tolak Tawaran Presiden Jokowi pada Elon Musk

Berita utama | 10 Maret 2021, 18:35 WIB
Warga Biak saat melakukan Tarian Wor. Masyarakat Pulau Biak menolak tawaran Presiden Jokowi pada biliuner Amerika Serikat Elon Musk. (Sumber: KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES)

“Pada tahun 2002, Rusia ingin menggunakan tanah kami untuk peluncuran satelit. Kami memprotes dan banyak yang ditangkap dan diinterogasi… sekarang mereka kembali ingin melakukannya, dan pelecehan serta intimidasi masih terjadi, ”kata Manfun.

Tetua adat Biak, Tineke Rumkabu juga menyatakan penolakan serupa dengan blak-blakan.

“Anda memahami apartheid, pembunuhan orang kulit hitam. Jika Anda membawa bisnis Anda ke sini, Anda secara langsung mensponsori genosida Indonesia terhadap orang Papua,” kata Tineke pada wartawan The Guardian.

Upaya pembangunan landasan roket ini adalah bagian dari rencana Elon Musk untuk meluncurkan 12.000 satelit pada tahun 2026. Musk mengklaim, satelit itu akan menyediakan internet berkecepatan tinggi yang murah melalui layanan internet Starlink.

Namun, roket uji SpaceX meledak di landasan pendaratan bulan ini setelah mendarat, kegagalan ketiga berturut-turut.

Sementara, Presiden Jokowi berharap Tesla, perusahaan milik Elon Musk lainnya untuk datang ke Indonesia dan mengeskploitasi cadangan nikel di Papua. Elon Musk pun menyambut tawaran ini.

Baca Juga: KPK Temukan Pelanggaran Izin Kebun Sawit di Papua Sebabkan Hutan Gundul dan Konflik Ekonomi

“(Kami akan menawarkan) kontrak raksasa untuk jangka panjang, jika Anda menambang nikel secara efisien dan dengan cara yang peka terhadap lingkungan,” kata Elon Musk pada pejabat Indonesia pada Juli 2020.

Pihak SpaceX tak merespon pertanyaan terkait masalah ini. Sementara, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) berjanji, pembangunan landasan roket ini akan bermanfaat bagi masyarakat.

“Pemerintah Provinsi Papua menilai pembangunan landasan antariksa di Biak akan menjadikan Kabupaten Biak Numfor sebagai pusat (teknologi antariksa, red) dan membawa dampak positif ekonomi bagi pemerintah daerah dan masyarakat setempat. DPR RI juga melihat pembangunan Pulau Biak sebagai 'Pulau Luar Angkasa' akan membawa multiplier effect bagi masyarakat sekitar,” demikian isi pernyataan resmi LAPAN.

Penulis : Ahmad-Zuhad

Sumber : Kompas TV


TERBARU