> >

Ribuan Perusahaan Siap Gelar Vaksin Gotong Royong

Peristiwa | 26 Februari 2021, 14:13 WIB
Tim vaknasi Covid-19 tengah bersiap melakukan vaksinasi kepada penerima vaksin. (Sumber: covid19.go.id)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Pemerintah melalui Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin resmi memperbolehkan vaksinasi Covid-19 lewat jalur mandiri. Keputusan tersebut tertuang dalam  Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 10 Tahun 2021 yang dikeluarkan  Rabu (24/2/2021).


Vaksin yang diberi nama Vaksinasi Gotong Royong ini siap disuntikan kepada para karyawan dan keluarganya secara gratis. Hal itu tertuang dalam pasal 3 ayat (5), "Karyawan/karyawati, keluarga dan individu lain terkait dalam keluarga sebagai penerima Vaksin Covid-19  dalam pelayanan Vaksinasi Gotong Royong sebagaimana dimaksud pada ayat (3) tidak dipungut bayaran/gratis." 

Namun jika perusahaan bekerjasama dengan fasilitas kesehatan, biaya tidak boleh melebihi tarif maksimal yang sudah ditetapkan.
 

Baca Juga: Ma'ruf Amin Didampingi Menpora Tinjau Langsung Vaksinasi Atlet


"Biaya pelayanan Vaksinasi Gotong Royong yang dilakukan oleh Fasilitas Pelayanan Kesehatan milik masyarakat/swasta tidak boleh melebihi tarif maksimal yang ditetapkan oleh Menteri sebagaimana dimaksud pada ayat (1)," bunyi pasal 23 ayat (2).

Sementara dalam pasal 6 disebutkan setiap perusahaan diwajibkan menyetor data penerima vaksin jalur mandiri. Data itu setidaknya berisi jumlah karyawan yang akan divaksin, nama, alamat, dan nomor induk kependudukan setiap karyawan.

Baca Juga: Kemenkes Targetkan Vaksinasi Wartawan, Guru, Hingga Tokoh Agama Selesai Bulan Mei


Menurut Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir,  saat ini sudah ada 6.644 perusahan mendaftar di Kadin (Kamar Dagan dan Industri) untuk melakukan vaksinasi mandiri. Untuk kebutuhan vaksin mandiri ini, kata Erick, dibutuhkan 7,5 juta dosis vaksin Covid-19.

Pemerintah, kata Erick, menargetkan paling cepat pada Desember 2021, sebanyak 170 juta masyarakat Indonesia sudah disunti vaksin Covid-19. “Makanya kita lihat vaksin sangat penting. Jadi total 360 juta atau 180 juta untuk seluruh masyarakat Indonesia,” katanya.


 

Penulis : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU