> >

SBY Ungkap Sosok Orang yang Memfitnahnya Danai Aksi 212: Petinggi Bintang Empat

Politik | 24 Februari 2021, 23:44 WIB
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memastikan dirinya tetap menjaga partai dari upaya penghancuran. (Sumber: YouTube Partai Demokrat)

JAKARTA, KOMPAS TV - Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku dituding oleh pihak sebagai orang yang menunggangi dan mendanai Aksi 212 di Monas, Jakarta Pusat, beberapa tahun lalu.

Seperti diketahui, Aksi 212 adalah Aksi Bela Islam III yang dilaksanakan pada 2 Desember 2016. Aksi tersebut diperkirakan diikuti oleh dua juta orang yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia.

Baca Juga: SBY Siap Jadi Benteng untuk Hadapi Gerakan Kudeta Partai Demokrat

Adapun aksi tersebut kala itu menuntut Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dipidanakan karena dianggap melakukan penodaan agama.

Terkait tudingan tersebut, SBY yang juga
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu lantas mengungkap sosok orang yang disebutnya telah melakukan fitnah terhadap dirinya.

Meskipun tak menyebut namanya secara gamblang, SBY memastikan bahwa orang tersebut merupakan petinggi berbintang empat.

Baca Juga: SBY Turun Gunung Buat Pastikan Pembantu Dekat Presiden Jokowi Terlibat Kudeta Partai Demokrat

Menurut SBY, sosok orang itulah yang kemudian melaporkan kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi bahwa SBY adalah orang yang menunggangi Aksi 212.

"Ada laporan baik yang secara serius disampaikan kepada Presiden Jokowi, maupun yang tidak, yang mengatakan bahwa SBY yang menunggangi dan mendanai Aksi 212," kata SBY saat memberikan arahan kepada kader Partai Demokrat pada Rabu (24/2/2021).

"Informasi itu disampaikan kepada saya oleh seorang petinggi 'berbintang empat', dan konon yang melaporkan kepada Presiden Jokowi adalah petinggi 'berbintang empat' yang lain."

Baca Juga: SBY Peringatkan Berbagai Pihak yang Ingin Ambil Alih Partainya: Partai Demokrat Not For Sale!

Mendengar informasi itu, SBY tak tinggal diam. Ia lantas mengonfirmasi kebenarannya kepada wakil presiden saat itu, Jusuf Kalla dan Menko Polhukam Wiranto.

"Keduanya (Jusuf Kalla dan Wiranto) membenarkan memang ada laporan seperti itu kepada Presiden Jokowi," tuturnya.

Selain kepada dirinya, SBY mengungkap, bahwa ada lembaga pemerintah yang juga membangun opini bahwa Partai Demokrat disebut terlibat dalam Aksi 212. Namun, SBY tak merinci lembaga yang dimaksud.

Terkait tudingan tersebut, SBY menegaskan, bahwa semua itu merupakan fitnah yang kejam, keterlaluan dan tidak benar.

Baca Juga: Alasan Pemprov Jatim Batalkan Pemberian Dana Hibah 9 M untuk Museum SBY-Ani

Karena itu, SBY mengaku siap untuk dipertemukan dengan pihak yang melaporkan dirinya ke Presiden Jokowi di depan publik.

"Saya bersedia bersumpah di hadapan Allah SWT. Kalau perlu di depan publik, agar rakyat tahu siapa yang berdusta, dan agar kebenaran segera terkuak," ujar SBY.

Lebih lanjut, SBY mengatakan, pihaknya sudah sempat meminta agar nama baiknya dan juga Partai Demokrat dibersihkan dari tudingan menunggangi Aksi 212.

Namun, lanjut SBY, permintaan tersebit tidak dipenuhi. Bahkan sampai saat ini. 

Baca Juga: Rocky Gerung: Soal UU ITE, Jokowi Hanya Dengar Tuntutan SBY & JK, Itu Diskriminatif - ROSI

Penulis : Tito-Dirhantoro

Sumber : Kompas TV


TERBARU