> >

Tahun Baru Imlek 2021, Ini Alasan Kenapa Imlek Identik dengan Warna Merah

Sosial | 11 Februari 2021, 20:01 WIB
Masyarakat yang datang ke Vihara Dharmayana Kuta melaksanakan peribadatan yang dilakukan pada perayaan Tahun Baru China atau Imlek, Selasa (5/2/2019) (Sumber: TribunBali.com/Firizqi Irwan)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Perayaan Tahun Baru Imlek 2021 akan jatuh besok Jumat (12/2/2022). Masyarakat Tionghoa akan merayakannya dengan berbagai cara, salah satunya menghiasi rumah mereka dengan pernak-pernik khas yang didominasi warna merah.

Pernah-pernik Imlek sendiri biasanya berupa lampion, pemberian angpao, amplop berisi uang berwarna merah, hingga memakai baju tradisional yang juga berwarna merah.

Lantas, mengapa Imlek identik dengan warna merah?

Dosen Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret, Dwi Susanto mengatakan bahwa warna merah berkaitan dengan akar budaya masyarakat Tionghoa yang hidup secara bertani.

Baca Juga: Kenapa Masyarakat China Memberikan Angpao Saat Tahun Baru Imlek? Begini Asal-usulnya

Berdasarkan riset yang dilakukannya, warna merah berasal dari simbol petir yang dilihat oleh petani saat hujan. Warna merah ini menandakan rasa bahagia saat memasuki musim panen.

"Di zaman dulu itu kan masyarakat sana itu pertanian. Nah, merah itu asalnya dari petir. Kalau ada petir itu kan hujan, artinya hujan itu kan panen, jadi bahagia. Jadi warna merah itu warna kebahagiaan," papar Dwi, seperti dilansir dari Kompas.com, Kamis (11/2/2021).

Berdasarkan asal-usul, Dwi lebih lanjut menjelaskan bahwa Imlek pada mulanya dirayakan saat pergantian musim. Meski demikian, ada yang meyakini bahwa Imlek adalah perayaan agama Konghucu.

Seiring berkembangnya zaman, kata Dwi, perayaan Imlek hampir seperti Idul Fitri, dimana semua orang turut merayakannya.

"Tapi sekarang dari perkembangan-perkembangannya, menjadi kebudayaan. Artinya seperti Idul Fitri itu, orang juta ikut merayakan, ikut beli baju, dan macam-macam lainnya," jelasnya.

Penulis : Fiqih-Rahmawati

Sumber : Kompas TV


TERBARU