> >

Epidemiolog Dicky Budiman: Vaksinasi Buat Lansia Pastikan yang Benar-benar Sehat

Peristiwa | 8 Februari 2021, 06:00 WIB
Presiden Joko Widodo didampingi Menkes Budi Gunadi Sadikin meninjau pelaksanaan vaksin massal untuk tenaga kesehatan di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (4/2/2021). (Sumber: YouTube Sekretariat Presiden)

Izin ini diberikan setelah melihat hasil uji klinis yang dilakukan terhadap lansia di Brazil.

“BPOM Telah mengeluarkan persetujuan penggunaan emergency use authorization vaksin CoronaVac untuk usia di atas 60 tahun dengan dua dosis suntikan vaksin yang diberkan dalam selang waktu 28 hari”, ungkap Kepala BPOM Penny K. Lukito saat memberikan keterangan pers.

Penny mengatakan, izin ini diberikan lantaran uji klinis untuk lansia dari vaksin CoronaVac buatan Sinovac telah selesai dilaksanakan. Dimana, uji klinis tahap 1 dan 2 dilaksanakan di China, sementara itu uji klinis tahap 3 dilaksanakan di Brazil.

Baca Juga: Ini Alasan BPOM Izinkan Vaksinasi Sinovac Bagi Lansia

“Uji Klinik fase 1 dan 2 di China yang melibatkan subjek lansia 400 orang, menunjukkan bahwa vaksin coronavac yang diberikan dengan dua dosis vaksin dengan jarak antar dosis 28 hari, menunjukkan peningkatan kadar antibodi yang baik”, tuturnya saat memberikan keterangan pers”

“Uji klinik fase 3 di Brazil dengan melibatkan subjek lansia sebanyak 600 orang, telah diperoleh hasil bahwa pemberian vaksin ini pada usia 60 tahun ke atas, vaksin aman tidak ada efek samping serius yang dilaporkan. Efek samping yang terjadi ringan, nyeri, mual, demam, sakit kepala”, paparnya.

Oleh karena itu, BPOM meminta agar proses skrining terhadap lansia  betul-betul dilakukan dengan hati-hati, sehingga tidak menimbulkan masalah lain pada saat vaksinasi. 

Penulis : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU