> >

Masyarakat Jenuh dan Tak Patuh Protokol Kesehatan Jadi Faktor Tingginya Kasus Covid-19 di Jakarta

Update corona | 27 Januari 2021, 18:09 WIB
Ilustrasi: ancaman virus corona (covid-19) dengan mikro droplet (Sumber: Pixabay)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Bertambahnya kasus harian Covid-19 yang tinggi, menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, salah satu faktornya karena masyarakat sudah jenuh terhadap pandemi. 

Akibatnya kepatuhan warga terhadap protokol kesehatan pun berkurang.

Baca Juga: Mengapa Bisa Terpapar Covid-19 Meski Sudah Divaksin? Ini Penjelasan Ahli

"Memang disebabkan oleh masyarakat yang mulai jenuh, letih, hampir setahun mengalami pandemi," kata Ariza, Rabu (27/1/2021), seperti dilansir Kompas.com

Namun demikian, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap mendorong masyarakat bertahan menjalankan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19. 

"Kami dorong masyarakat untuk tetap bertahan maju bangkit melawan Covid-19 sampai kita terbebas," tutur Ariza.

Ariza menjelaskan, tingkat testing di DKI Jakarta juga meningkat dan 13 kali lebih banyak dari standar yang ditetapkan oleh organisasi kesehatan dunia (WHO). 

"Ketiga, disebabkan oleh libur panjang akhir tahun ya," kata Ariza. 

Tetapi ada kabar baiknya, yakni sejak pembatasan sosial berskala besar (PSBB) kembali berlaku, tingkat kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan semakin terbangun. 

"Alhamdulillah ada mulai kesadaran di masyarakat sekalipun angkanya masih tinggi disebabkan beberapa hal," kata Ariza.

Penulis : Deni-Muliya

Sumber : Kompas TV


TERBARU