> >

Bareskrim Tetap Proses Kasus Rasisme Natalius Meski Ambroncius Sudah Minta Maaf

Hukum | 26 Januari 2021, 15:48 WIB
Sosok Ambroncius Nababan, Ketua Relawan Jokowi Dikecam Diduga Rasis ke Tokoh Papua Natalius Pigai (Sumber: TribunBatam.id)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Penyidik Bareskrim Polri terus memproses kasus dugaan rasisme terhadap mantan komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Natalius Pigai.

Kasus tersebut masih berlanjut meski Ketua Relawan Pro Jokowi-Maruf Amin (Pro Jamin) Ambroncius Nababan sudah meminta maaf.

Saat ini kasus tersebut dalam tahap penyelidikan dan ditangani oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

Baca Juga: Kasus Rasisme Natalius Pigai, Polri Imbau Warga Papua Tetap Tenang, Jangan Langgar Pidana!

"Kasus masih dan sedang ditangani oleh Bareskrim," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Rusdi Hartono dikutip dari Kompas.com, Selasa (26/1/2021).

Adapun konten yang diduga mengandung unsur rasialisme tersebut diunggah Ambroncius di akun Facebook miliknya.

Ambroncius pun telah memberikan keterangan kepada Bareskrim pada Senin (25/1/2021) kemarin.

Sejauh ini, Rusdi menuturkan, Ambroncius masih berstatus sebagai saksi dan tidak ditahan.

"Yang bersangkutan masih sebagai saksi, dan proses masih ditangani oleh penyidik Bareskrim," tutur dia.

Baca Juga: Profil Natalius Pigai, Mantan Komisioner Komnas HAM yang Jadi Korban Rasisme Ambroncius Nababan

Polisi layangkan surat panggilan pemeriksaan terhadap Ambroncius Nababan yang telah bersikap rasis terhadap Natalius Pigai. (Sumber: Kompas.com)

Ambroncius Nababan Minta Maaf

Sebelumnya Ambroncius Nababan telah meminta maaf kepada Natalius Pigai dan masyarakat Papua.

"Saya memohon maaf kepada Saudara Natalius Pigai dan masyarakat Papua. Mungkin ada yang tersinggung dan menganggap saya menghina masyarakat luas, apalagi melakukan rasis," kata Ambroncius melalui video yang diunggah di akun Youtube Widjaja Tjahjadi, Senin (25/1/2021).

Ambroncius mengaku, tidak mungkin melakukan tindakan rasialisme terhadap masyarakat Papua karena sudah diadati di Papua lewat acara lompat piring dan bakar batu.

Penulis : Fadhilah

Sumber : Kompas TV


TERBARU