> >

Anies Baswedan Ditantang Dedi Mulyadi Reboisasi, Diminta Siapkan Dana Rp 1 Triliun

Peristiwa | 21 Januari 2021, 23:47 WIB
Gubernur DKI Anies Baswedan memberikan sambutan memulai vaksinasi Covid-19 di DKI (15/1/2021) (Sumber: YOUTUBE/ PEMPROV DKI)

JAKARTA, KOMPAS TV - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi, menantang Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, untuk melakukan reboisasi kawasan hutan di Bogor dan sekitarnya. 

Untuk melakukan upaya tersebut, karena itu Dedi Mulyadi meminta Anies Baswedan menganggarkan dana sebesar Rp 1 triliun.

Reboisasi di kawasan Bogor, Jawa Barat, tersebut dinilai penting karena demi mencegah terjadinya banjir yang ujung-ujungnya merugikan warga Jakarta.

Baca Juga: Viral Video Dedi Mulyadi Marahi Pengemis: Bandel Ini, Angkut Saja Satpol PP

Dedi menjelaskan, banjir di kawasan Gunung Mas, kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, itu karena salah satunya akibat hutan menipis. 

Ia mengungkapkan, hutan di Gunung Mas itu tinggal 5 persen. Adapun di undang-undang lama, hutan pada sebuah wilayah minimal 30 persen. Lalu, di undang-undang baru, ia berharap luas hutan sebuah wilayah naik menjadi 40 persen.

Dedi mengatakan, hutan di Bogor sangat berpengaruh terhadap DKI Jakarta. Sebab, jika hutan di Bogor dan sekitarnya rusak, maka warga Jakarta juga yang akan dirugikan.

"Bogor punya Sungai Ciliwung. Jika hutan gundul di hulu maka air tidak terserap, lalu akan meluncur deras melalui Sungai Ciliwung dan Kalimalang hingga akhirnya sampai ke Jakarta dan menyebabkan banjir," kata Dedi dikutip dari Kompas.com, Kamis (21/1/2021).

Baca Juga: Anies Baswedan Disebut Sudah Minta Pemerintah Pusat Ambil Alih Penanganan Covid-19 di Jabodetabek

Hutan-hutan di daerah sekitar Bogor, seperti Cianjur, Purwakarta, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupatan Bandung, pun sangat berpengaruh terhadap Jakarta. 

"Jika aliran dari Sungai Citarum tak terkendali, yang kena musibah Jakarta. Kalau Jatiluhur jebol, dalam 15 menit Jakarta tenggelam," kata Dedi.

Ia menyebutkan, sejumlah sungai di daerah penyangga yang akan berpengaruh terhadap Jakarta. Selain Ciliwung (Bogor, Jakarta), ada Citarum (Bandung, Purwakarta, Karawang, Bekasi), Kalimalang (Bekasi), dan Cibeet (Bogor dan Bekasi).

Semuanya diketahui saling berhubungan satu sama lain. Lantas, jika meluap bisa berdampak ke wilayah Jakarta.

Baca Juga: Gunakan Mobil Dinas, TNI - Polri Beri Bantuan Ke Pengungsi Banjir Bandang Gunung Mas

Hutan Abadi

Dedi mengaku, ketika dirinya masih menjabat Bupati Purwakarta pernah bertemu Gubernur DKI sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dan mengusulkan proposal agar Pemprov DKI berinvestasi dalam hutan abadi.

Ia menawarkan agar DKI membeli pohon-pohon di sekitar daerah aliran sungai (DAS) Citarum dan Cimanuk yang pada akhirnya mengalir ke Jakarta. 

Bahkan staf Ahok waktu itu pernah datang ke Purwakarta untuk riset. Namun, sejak kunjungan riset dan hingga kini belum ada tindak lanjut.

Kini, Dedi menawarkan kembali ke Gubernur DKI Anies Baswedan untuk membuat anggaran 2021 minimal Rp 1 triliun untuk reboisasi hutan negara di daerah-daerah penyangga Jakarta, terutama di kawasan sepanjang daerah aliran sungai. 

Baca Juga: Anies Minta Pusat Ambil Alih Penanganan Covid-19, Ini Kata Wakil Ketua DPR

Jika pohon-pohon di DAS itu milik masyarakat maka Pemprov DKI bisa membelinya untuk dijadikan pohon abadi.

Penulis : Tito-Dirhantoro

Sumber : Kompas TV


TERBARU