> >

Ahli Epidemiologi Ingatkan Penerima Vaksin Tidak Menganggap Setelah Disuntik Bebas dari Virus Corona

Sosial | 14 Januari 2021, 16:15 WIB
Raffi Ahmad menerima dosis vaksin virus Corona atau Covid-19 pada Rabu (13/1/2021) (Sumber: YouTube/Sekretariat Presiden)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Para penerima vaksin Covid-19 diingatkan untuk tidak mengganggap setelah disuntik sudah terbebas dari virus corona.

Ahli Epidemiologi dan peneliti pandemi dari Griffith University Australia Dicky Budiman menjelaskan sejauh ini jangka waktu kekebalan imunitas yang dibangun dari vaksin belum diketahui.

Hal ini jugalah yang membuat penerima vaksin akan mendapat suntikan lanjutan untuk membangun antibodi terhadap virus.

Baca Juga: Raffi Ahmad Party Setelah Vaksin, Bolehkah? Dengarkan Penjelasan Ahli

Belum lagi soal muncul mutasi Covid-19 jenis baru yang terjadi di Inggris dan Afrika Selatan juga menjadi ancaman lantaran belum diketahui vaksin yang sudah beredar mampu menahan virus corona jenis baru.

“Diduga kan virus baru itu masih bisa efektif, bahkan dengan adanya vaksin-vaksin di dunia saat ini. itu kan harus menunggu penelitian juga,” ujar Dicky saat dihubungi, Kamis (14/1/2021). Dikutip dari Kompas.com.

Dicky menambahkan salah satu solusi yang dapat mencegah penyebaran virus corona yakni kedisiplinan dalam menjalankan strategi 5M yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi mobilitas interaksi, dan menghindari kerumunan serta 3T yakni testing, tracing, dan treatment.

Menurutnya strategi ini perlu terus digencarkan oleh pemerintah jika benar-benar ingin memutus mata rantai Covid-19. Strategi tersebut juga bertujuan agar semua pihak tidak serta merta menganggap vaksin sebagai jalan satu-satunya keluar dari pandemi.

Baca Juga: Jika Timbul Efek Samping Vaksin Covid-19, Bagaimana Penanganannya? Begini Kata Pemerintah

“Karena kalau tidak ya kita akan makin jauh dari status terkendali. Wah, jadi semakin lama selesainya pandemi ini," ujarnya.

Penulis : Johannes-Mangihot

Sumber : Kompas TV


TERBARU