> >

Gubernur dan Wagub DKI Siap Beri Contoh Jadi Orang Pertama Divaksin Covid-19

Update corona | 6 Januari 2021, 23:04 WIB
Gubernur Jakarta Anies Baswedan saat menyambut Wagub DKI baru Ahmad Riza Patria, Rabu 15/04/2020 (Sumber: Instagram @aniesbaswedan)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Jika warga Jakarta tak yakin untuk melakukan vaksinasi, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan dia dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan siap untuk memberi contoh.

Baca Juga: Tolak Vaksinasi Covid-19 Bisa Kena Sanksi Hingga Rp 7 Juta

Mereka tidak berkeberatan jika menjadi orang pertama yang disuntik vaksin Covid-19.

"Kami, Pak Gubernur, tentu tidak keberatan. Kami siap kapan pun divaksin," ucap Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (6/1/2021).

"Biasanya pemimpin itu yang harus mendahulukan warga yang paling membutuhkan. Kalau warga tidak yakin, minta pimpinan, pimpinan pasti siap, karena yang dilakukan oleh pimpinan adalah yang terbaik bagi seluruh warga," imbuh Ariza.

Ariza juga mempersilakan masyarakat yang menolak penerapan sanksi denda bagi yang menolak vaksinasi Covid-19 untuk mengajukan keberatan secara hukum.

"Karena kita negara hukum, silakan bagi siapa saja warga yang keberatan atau menolak, mengajukan secara hukum prosedurnya, silakan mengajukan gugatan ke Mahkamah Agung," ucap Ariza.

Dia menuturkan, apa pun yang menjadi keputusan nantinya, maka Pemprov DKI Jakarta akan mematuhinya.

Namun, sebelum ada keputusan yang berkekuatan hukum tetap, maka Pemprov DKI Jakarta tetap akan melaksanakan ketentuan mengenai vaksinasi.

Ariza sebelumnya mengatakan, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan 453 fasilitas kesehatan (faskes) yang akan digunakan sebagai lokasi vaksinasi.

Pemprov DKI Jakarta juga tengah menyiapkan petugas kesehatan yang meliputi dokter, perawat, serta bidan yang akan bertugas sebagai vaksinator.

Dengan adanya persiapan itu, proses vaksinasi di Ibu Kota diproyeksikan bisa mencapai 20.473 orang per hari.

Baca Juga: Komisi Fatwa MUI Segera Gelar Sidang Halal Vaksin Covid-19

Adapun data sasaran penerima vaksin diperoleh dari berbagai sumber, yaitu dari Sistem Informasi SDM Kesehatan dari Kementerian Kesehatan, Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil, BPJS Kesehatan, serta BPJS Ketenagakerjaan.

Tenaga kesehatan akan menjadi kalangan yang diprioritaskan untuk menerima vaksin Covid-19 tahap pertama.

Kalangan lain yang diprioritaskan, yakni asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang, serta mahasiswa yang sedang menjalani profesi kedokteran yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan.

Penulis : Deni-Muliya

Sumber : Kompas TV


TERBARU