> >

Cara Dapat Token Listrik Gratis PLN yang Diperpanjang hingga Maret 2021

Sosial | 2 Januari 2021, 20:25 WIB
Ilustrasi: token listrik PLN. Cara Dapat Token Listrik Gratis PLN yang Diperpanjang hingga Maret 2021. (Sumber: kompas.com)

Cara mendapatkan token listrik gratis lewat WhatsApp:

  • Hubungi PLN via WhatsApp melalui nomor 08122123123
  • Pelanggan dapat memulai perbincangan dengan mengetik keyword "Listrik Gratis" atau bisa mengetikan nomor ID pelanggan.
  • Masukan id pelanggan atau nomor meter sesuai dengan petunjuk yang muncul pada layar
  • Token listrik gratis akan tampil di layar
  • Token listrik gratis berhasil didapatkan, pelanggan dapat memasukkan angka tersebut ke kWh meter.

Cara mendapatkan diskon listrik lewat aplikasi PLN Mobile:

  • Buka Aplikasi PLN Mobile.
  • Klik "PLN Peduli Covid-19" pada bagian Info & Promo.
  • Masukkan ID Pelanggan/Nomor Meter.
  • Token gratis akan muncul

Baca Juga: PLN Siagakan 40 Ribu Personel Jaga Listrik Natal

Selanjutnya pelanggan tinggal memasukkan token gratis tersebut ke meteran yang sesuai dengan ID Pelanggan. Kompensasi listrik gratis PLN atau diskon listrik diterima pelanggan dalam bentuk token yang akan diberikan setiap bulan.

Sebagai informasi, jumlah pelanggan rumah tangga 450 VA sebanyak 24,16 juta pelanggan dan rumah tangga 900 VA tidak mampu 7,87 juta pelanggan. Sementara bisnis kecil dan industri kecil seluruhnya mencapai 459.000 pelanggan.

Secara terpisah, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana menuturkan, insentif tarif listrik ini bersifat sementara, yaitu hingga triwulan I-2021.

Oleh karena itu, pemerintah berharap pelanggan listrik penerima insentif dapat memanfaatkan dengan bijaksana. Total alokasi anggaran untuk insentif tarif listrik sampai triwulan I-2021 sebesar Rp 4,57 triliun.

”Kendati ada pemberian insentif terhadap sebagian pelanggan, kami minta PLN tetap mengutamakan keandalan pasokan dan kualitas pelayanan terhadap seluruh pelanggan,” kata Rida.

 

Sementara itu dikutip dari Harian Kompas, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Tulus Abadi mengemukakan, dampak pandemi Covid-19 tak mengenal golongan masyarakat miskin atau kaya.

Pelanggan listrik yang paling terpukul oleh imbas pandemi Covid-19 adalah masyarakat yang tinggal di perkotaan.

Oleh karena itu, insentif tarif listrik tersebut diharapkan bisa diperluas tak hanya untuk golongan rumah tangga 450 VA dan 900 VA tidak mampu. Insentif bisa diperluas ke golongan 900 VA yang mampu dan golongan 1.300 VA.

”Ingat, dampak pandemi Covid-19 di perkotaan sangat terasa. Sampai hari ini, tercatat ada 1,6 juta orang menjadi korban PHK (pemutusan hubungan kerja) dan mereka tidak termasuk pelanggan 450 VA dan 900 VA tidak mampu. Tentu mereka pun layak mendapat insentif tarif listrik,” ucap Tulus.

Dalam situasi seperti ini, lanjut Tulus, data penduduk menjadi sangat penting. Hal ini berkaitan dengan program pemerintah memberikan jaring pengaman sosial atau subsidi. Pemerintah dipandang belum memiliki data akurat untuk kelompok masyarakat yang rentan miskin.

Baca Juga: Listrik Dicabut, Sudah Sepekan Warga di Kabupaten Banjar Ini Hanya Gunakan Lilin

Penulis : fadhilah

Sumber : Kompas TV


TERBARU