> >

Rapor Merah Mendikbud, FSGI: Gagasan Nadiem Makarim Masih Timbulkan Polemik

Peristiwa | 25 Oktober 2020, 17:37 WIB
Salah satu pendiri yang juga CEO goJek Nadiem Makarim melambaikan tangannya saat berjalan memasuki Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). (Sumber: Kompas.com/WAHYU PUTRO A)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Forum Guru Seluruh Indonesia (FSGI) memberikan nilai rapor merah kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim.

Menteri Nadiem dinilai hasil kinerja dalam setahun ini belum maksimal karena beberapa kebijakannya mendapatkan nilai di bawah kriteria ketuntasan minimum (KKM) yang ditentukan FSGI, yakni 75.

Menurut FSGI, secara rata-rata, kinerja Nadiem mendapatkan nilai 68. 

Hal itu sebagaimana disampaikan Pengurus FSGI Cabang Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) Mansur.

Mansur mengatakan, terdapat delapan kebijakan Nadiem Makarim yang dinilai dalam setahun kinerjanya. 

Meskipun ada beberapa yang mendapat nilai bagus, tetapi jika dirata-ratakan, nilai kinerja Nadiem tak memenuhi KKM FSGI yang dimaksud. 

"Artinya nilai-nilai di bawah 75 ini dinyatakan tidak tuntas sehingga kalau dirata-rata nilai 68 ini kurang atau tidak tuntas, jadi nilainya merah," ujar Mansur di acara Raport Merah 1 Tahun Pendidikan Mas Menteri Nadiem secara virtual, Minggu (23/10/2020). 

Di antara yang menjadikan nilai merah itu antara lain adalah: pertama, Nadiem mendapatkan nilai 100 dengan predikat baik sekali dalam kebijakannya menghapus ujian nasional (UN). 

Kedua, dalam kebijakan peluncuran kurikulum darurat di masa pandemi Covid-19, Nadiem mendapatkan predikat baik dengan nilai 80. 

Ketiga, soal kebijakan rencana asesmen nasional diberi nilai 75. "75 cukup karena secara konsep sangat baik tapi kami belum bisa mengulasnya lebih jauh karena belum dilaksanakan," kata dia. 
Keempat, kebijakan bantuan kuota internet untuk siswa dan guru yang diberi nilai 65. 

Kelima, program merdeka belajar yang diberi nilai 60. 

Keenam, relaksasi dana bantuan dana operasional sekolah (BOS) yang diberi nilai 60. 

Ketujuh adalah kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang masih bermasalah sehingga nilainya 55. 

Kedelapan adalah program organisasi penggerak yang diberi nilai 50 dengan predikat kurang sekali. 

"Sehingga dengan pengamatan penilaian kami, dari gagasan bagus, separuhnya timbul masalah. Dengan kondisi begitu ada banyak nilai merah, dari 8 poin itu rata-ratanya 68, di bawah KKM," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) FSGI Heur Purnomo, seperti dilansir Kompas.com

Ia mengatakan, kondisi tersebut menunjukkan bahwa gagasan-gagasan yang bagus tersebut nyatanya masih menimbulkan polemik.

Penulis : Deni-Muliya

Sumber : Kompas TV


TERBARU