> >

Dokter Ungkap Kondisi Hanafi Rais: Kami Sudah CT Scan lalu Periksa Darah karena Hb Turun

Peristiwa | 18 Oktober 2020, 19:56 WIB
Mobil Ahmad Hanafi Rais mengalami kecelakaan lalu lintas beruntun di Tol Cipali KM 112.900 tepatnya di Subang, Jawa Barat, Minggu (18/10/2020). (Sumber: Tribun Jabar/ Muhamad Nandri Prilatama)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Putra sulung Amien Rais, Hanafi Rais, mengalami luka serius setelah kecelakaan di Tol Cipali (Cikopo-Palimanan) kilometer 112.900, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Minggu (18/10/2020) dini hari.

Dia pun harus dilarikan ke rumah sakit. "Hanafi Rais alami luka berat dan sopirnya luka sedang. Sekarang sudah dibawa ke rumah sakit di Purwakarta," jelas Panit PJR Tol Cipali, Iptu Karyana, Minggu.

Saat ini Hanafi Rais menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Thamrim Purwakarta.

Baca Juga: Penjelasan Dokter soal Luka Berat yang Dialami Hanafi Rais: Curiga Pendarahan dalam Perut

"Hasil pantauan korban laka lantas Ahmad Hanafi Rais. Alhamdulillah sudah sedikit membaik. Setelah diberikan obat pereda sakit dan obat lainnya melalui infus," kata Karyana saat dikonfirmasi, Minggu (18/10/2020).

Karyana mengatakan Hanafi Rais juga telah dilakukan proses Rontgen dan CT scan di RS Thamrin Purwakarta.

Hingga saat ini, Hanafi masih dilakukan perawatan oleh tim kesehatan rumah sakit.

"Masih akan dilakukan pemantauan perkembangan sampai jam 06.00 WIB. Sehubungan Hemoglobin (HB) darahnya turun drastis. Apakah ada luka dalam atau tidak," katanya.

Baca Juga: Polisi Jelaskan Kronologi Kecelakaan Hanafi Rais di Tol Cipali

 

Luka Robek di Dahi dan Memear Perut

Sementara itu, dokter jaga IGD RSU Abdul Radjak Purwakarta yang menangani Hanafi, Yuli Kurnia sebelumnya menyebut bahwa Hanafi Rais mendapatkan luka robek di bagian dahi dan ada luka memar di perut bagian kiri bawah.

"Keluhan nyeri di perut dan sakit kepala. Kami sudah lakukan penanganan sesuai prosedur dilakukan CT scan, lalu diperiksa darah. Saat pemeriksaan darah terjadi penurunan hemoglobin sehingga kami curiga ada luka di dalam perut," katanya, Minggu (18/10/2020).

Selanjutnya, Yuli pun menyebut dokter bedah sempat melakukan pemeriksaan terhadap kondisi korban.

Korban pun mesti segera dilakukan pemeriksaan USG pada bagian perut untuk mengetahui adanya pendarahan di dalam perut atau tidaknya.

"Kami sarankan beliau melakukan USG karena penurunan hemoglobin yang dikhawatirkan ada pendarahan di perut. Hb normalnya 14. Tapi, Pak Hanafi Rais turun terus tadi 13,7 turun ke 12,1 setiap dua jam. Dan kami cek terakhir di 11,4," katanya.

Lantaran kondisi peralatan di RS Thamrin sedang libur dan tak mendapat melakukan USG, korban pun kemudian dirujuk ke rumah sakit yang bisa beroperasi.

"Maaf alat kami sedang libur jadi pasien dirujuk ke RS Siloam yang bisa beroperasi," ujarnya.

Penulis : fadhilah

Sumber : Kompas TV


TERBARU