> >

Ribuan Mahasiswa Kembali Kepung Istana Negara Hari Ini, Tuntut Jokowi Cabut Omnibus Law Cipta Kerja

Peristiwa | 16 Oktober 2020, 07:46 WIB
Ribuan mahasiswa dan buruh melakukan aksi menolak UU Cipta Kerja. Massa menutup jalan utama kota Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (7/10/2020). (Sumber: Kompas TV/Ardi Wiriya/ Jasmin Jafar)

JAKARTA, KOMPAS TV - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (SI) yang berjumlah ribuan orang akan kembali melakukan aksi unjuk rasa menolak Omnibis Law UU Cipta Kerja pada Jumat (16/10/2020).

Koordinator Pusat BEM SI, Remy Hastian mengatakan, aksi akan dilakukan pada pukul 13.00 WIB di Istana Negara.

"Pukul 13.00 WIB di depan Istana," ucap Remy melalui pesan singkat seperti dikutip Kompas.com, Kamis (15/10/2020).

Baca Juga: Presiden Jokowi ke Kalteng Saat Mahasiswa Demo di Istana Negara, Tagar #JokowiKabur Jadi Trending

Dalam aksinya kali ini, Remy mengatakan, BEM SI tetap mendesak Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk mengeluarkan Perppu untuk mencabut Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang telah disahkan.

Mereka juga mengecam tindakan Pemerintah yang disebut berusaha mengintervensi gerakan dan suara masyarakat akan penolakan terhadap UU Cipta Kerja.

Dia menambahkan, BEM SI juga mengecam tindakan represif aparat terhadap massa yang melakukan aksi unjuk rasa.

Baca Juga: Prabowo Sebut Demo Mahasiswa Tolak Omnibus Law Cipta Kerja Ada Dalangnya dan Didanai Asing

Tak hanya itu, mereka juga mengajak mahasiswa seluruh Indonesia untuk bersatu dan menyampaikan penolakan atas UU Cipta Kerja, hingga Undang-Undang tersebut dicabut dan dibatalkan.

Sebelumnya diberitakan, DPR telah mengesahkan UU Cipta Kerja pada Senin, 5 Oktober 2020. Hal ini berimbas pada aksi penolakan yang terjadi di berbagai daerah.

Di Ibu Kota, aksi penolakan diwarnai oleh kerusuhan. Terakhir, gelombang unjuk rasa kembali digelar kedua kalinya pada Selasa (13/10/2020) kemarin di sejumlah titik Jakarta Pusat, yakni Patung Arjuna Wiwaha (Patung Kuda), Harmoni, dan Istana Negara.

Baca Juga: Usai Demo, Mahasiswa dan Polisi Bersihkan Sampah

Bentrokan dengan petugas gabungan TNI-Polri yang mengawal jalannya aksi demonstrasi pun tak terhindarkan.

Pada 8 Oktober lalu, unjuk rasa yang berakhir dengan kericuhan juga terjadi. Sejumlah fasilitas publik seperti halte Transjakarta dan pos polisi dibakar massa.

Akibat kejadian ini, polisi telah menetapkan 1.377 orang dalam dua demonstrasi tersebut.

Baca Juga: Mahasiswa Gelar Aksi Terkait Konflik Besipae

Penulis : Tito-Dirhantoro

Sumber : Kompas TV


TERBARU