> >

Kekhawatiran Satgas Covid-19 Soal Aksi Demo Akan Picu Timbulnya Klaster Baru

Update corona | 9 Oktober 2020, 07:56 WIB
Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito. (Sumber: Dok BNPB)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Aksi demonstrasi yang dilakukan sejumlah mahasiswa dan buruh di Jakarta dan berbagai daerah di Indonesia dikhawatirkan pihak Satgas pengananan Covid-19 akan memicu timbulnya klaster baru.

Hal itu sebagaimana disampaikan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam keterangan pers yang disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (8/10/2020).

Baca Juga: Satgas: Vaksin Bukan Jaminan Tuntasnya Pandemi Covid-19 di Indonesia

Wiku Adisasmito menyatakan hal tersebut untuk mengingatkan bahwa saat ini masih dalam kondisi pandemi.

"Mari kita ingat bahwa kita masih dalam kondisi pandemi, ada kedaruratan kesehatan masyarakat. Untuk itu kami ingatkan kembali kepada masyarakat untuk bahu-membahu menurunkan angka kasus Covid-19," ujar Wiku, Kamis.

Untuk itu, masyarakat diminta agar tetap menerapkan 3M, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Ketika berada di luar rumah, lanjut Wiku, masyarakat hendaknya menghindari kerumunan. 

Ia berharap tidak ada klaster yang timbul dari sejumlah aksi demonstrasi kemarin karena adanya kerumunan massa.

"Sinergi seluruh elemen masyarakat adalah kunci utama penekanan kasus positif Covid-19 di daerah, tanpa adanya sinergi ini maka kasus di daerah akan terus meningkat. Ingat, perang melawan Covid-19 adalah kerja bersama kita," kata Wiku.

Baca Juga: Wiku: Corona Benar-Benar Nyata dan Tak Ada yang Kebal Covid-19

Wiku juga merujuk pada peningkatan kasus yang berdasar dari libur panjang beberapa waktu lalu, dimana ditemukan lonjakan kasus yang terjadi dalam beberapa pekan selanjutnya setelah masa libur panjang. 

"Jangan sampai hal ini terjadi lagi, karena jika ini terkena pada kelompok rentan, usia lanjut, dampaknya fatal. Kami ingatkan sekali lagi betul-betul menjaga keselamatan dan kesehatan masyarakat," ucap Wiku, menjawab pertanyaan media.

Ia meminta para peserta aksi demonstrasi untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dalam menyampaikan aspirasinya, sehingga seluruh masyarakat Indonesia dapat terlindungi dari Covid-19.

Penulis : Deni-Muliya

Sumber : Kompas TV


TERBARU