> >

Rumah Sakit Penuh Pasien Covid-19: Jakarta Ketatkan PSBB, Menkes Tambah Kapasitas Tempat Tidur

Update corona | 14 September 2020, 07:03 WIB
Simulasi penanganan pasien terinfeksi virus ke ruang isolasi di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso (Sumber: rspi-suliantisaroso.com )

JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Satgas Penanganan Covid-19 sekaligus Kepala Badan Nasonal Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan bahwa terdapat 20 rumah sakit rujukan Covid-19 di Jakarta dengan kapasitas tempat tidur ICU di bawah 10 unit yang saat ini penuh.

Jumlah tempat tidur pada ruang ICU di rumah sakit itu bervariasi antara satu hingga delapan unit. 

Baca Juga: Ruang Isolasi Khusus Pasien Corona Bergejala Sudah Penuh? Ini Penjelasannya

Doni mengakui, ada peningkatan drastis pada tingkat keterisian tempat tidur belakangan ini. 

"Memang terjadi pelonjakan yang sangat drastis karena pada saat saya bertemu dengan Gubernur DKI Pak Anies itu masih di bawah 60 persen BOR-nya," ujar Doni. 

"Tetapi beberapa hari terakhir ini, terjadi peningkatan di posisi 78 untuk isolasi dan lebih dari 85 untuk ICU, jadi memang betul mengkhawatirkan," imbuhnya.

Maka dari itu, dibutuhkan tindakan serta koordinasi semua pihak untuk mencegah rumah sakit di Jakarta penuh pada 17 September 2020, sebagaimana prediksi para pakar epidemiologi dan kesehatan masyarakat.

Untuk mengatasi hal itu, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto sudah meminta rumah sakit menambah tempat tidur di ruang ICU. 

Baca Juga: Gubernur DKI Jakarta Melarang Pasien Covid-19 Melakukan Isolasi Mandiri

Kemudian, cara lain adalah dengan merelaksasi rumah sakit dengan mengalihkan pasien yang hampir sembuh ke RS Darurat Wisma Atlet, Kemayoran. 

Sebagaimana diketahui, tingginya pasien Covid-19 yang masuk ke rumah sakit menjadi salah satu pertimbangan Pemprov DKI Jakarta untuk menerapkan pengetatan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) seperti awal pandemi. 

Anies menyebutkan, DKI Jakarta memiliki 190 rumah sakit dan 67 di antaranya dijadikan RS rujukan Covid-19. 
Tingkat keterpakaian tempat tidur mencapai 77 persen. 

Menurut Anies, bila tak ditarik rem darurat, maka tempat tidur isolasi dan ICU akan penuh dan tidak mampu menampung pasien Covid-19. 

"Dan bila ini berjalan terus tidak ada pengereman, dari data tanggal 17 September tempat tidur diisolasi akan penuh dan tidak bisa menampung Covid-19 lagi," kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota, Rabu (9/9/2020). 

Seperti diumumkan Pemprov DKI Jakarta sebelummnya, bahwa pengetatan PSBB dimulai hari ini, Senin (14/9/2020) selama dua pekan ke depan yakni sampai 25 September 2020.

Penulis : Deni-Muliya

Sumber : Kompas TV


TERBARU