> >

AIMAN: Mencari Petunjuk dari Harta Mewah Jaksa Pinangki

Aiman | 7 September 2020, 10:26 WIB
Jaksa Pinangki Sirna Malasari. (Sumber: Tribunnews.com)

Keberadaan mobil  mewah dan apartemen puluhan miliar yang ditinggali Jaksa Pinangki, menguatkan dugaan, Ia tak bergerak sendiri dalam proyek pembebasan Djoko Tjndra yang diduga melibatkan pejabat lintas-Instansi. Saya menyaksikan langsung harta ‘wah” sang Jaksa  yang kini terkurung dibalik jeruji.

Tersandung  BMW SUV

Belakangan tersiar kabar, bahwa ada transaksi yang diduga terkait dengan kasus Djoko Tjandra, sebuah mobil BMW salah satu tipe paling atas di kelas SUV, yakni X5. Mobil ini, punya nilai banderol 1,7 Miliar rupiah. Kejaksaan masih terus menyelidiki kaitan mobil ini dengan model pembebasan yang ditawarkan Pinangki kepada Djoko Tjandra, saat pertemuan dengan pengacaranya yang juga teman kuliah Doktoral Pinangki, di Bandung, Anita Kolopaking. 

Saya melihat langsung mobil tersebut di Kantor Kejaksaan Agung RI, di kawasan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Belum disebutkan di sejumlah pemberitaan, saya ingin mengetahui, bulan dan tahun berapa mobil ini dibeli. Beruntung saya boleh membuka sedikit barang bukti yang disita Kejagung. Saya melihat pelat nomor asli, berasal dari pendaftaran kendaraan di kota hujan, Bogor. Dan memiliki tanggal resmi pemakaian pada bulan Maret 2020. Ini artinya sekitar 6 bulan lalu, mobil ini diberikan.

Apartemen Mewah di Kawasan Elit  

Tak berhenti di sini. Ada fakta menarik, saat penangkapan Pinangki. Ia diketahui tinggal di apartemen, saat penangkapan. Belakangan di sampaikan oleh pihak Jampidsus Kejaksaan Agung, bahwa ia tinggal dua apartemen. Pertama Apartemen "Essence Darmawangsa", dan kedua adalah Apartemen "Pakubuwono Signature".

"Pihak - pihak yang diperiksa sebagai saksi dalam perkara tipikor terhadap pegawai negeri atau penyelenggara yang menerima pemberian, hadiah atau janji, yaitu Djoko Triyono selaku Pengelola Apartemen Essence Darmawangsa, Henry Utama selaku Pengelola Apartemen Pakubuwono Signature," Hari Setiyono, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum Kejagung) memberikan keterangan kepada wartawan.

Saya mencoba untuk mengetahui lebih dalam, soal ini. Saya mendatangi apartemen pertama, Essence Darmawangsa. Beruntung saya bisa masuk ke halaman dalam Kompleks Apartemen mewah di kawasan elite Darmawangsa, Jakarta Selatan.

Saya mencoba mencari tahu, berapa rata- rata harga per unitnya. Saya melihat bangunan, Halaman depan, taman, hingga penjagaan yang luar biasa. Pasti biaya Iuran Pemeliharaan Lingkungan (IPL) apartemen ini luar biasa. Akhirnya dari sejumlah sumber, saya mendapatkan data-data tersebut. Data itu diantaranya adalah harga perunit sudah isi interior, berkisar antara 5 hingga di atas 20 miliar rupiah. Sementara untuk menyewa, nilainya 20 hingga 50 juta rupiah perbulan.

Untuk apartemen "Pakubuwono Signature" lebih wah lagi. Apartemen "Pakubuwono Signature" adalah apartemen High-End pada Kompleks Apartemen Pakubuwono, alias memiliki kelas paling tinggi, memiliki gedung paling tinggi, dan memiliki pencahayaan lampu di malam hari paling mentereng. Hampir seluruh penghuni menara di kota Jakarta terutama bagian selatan, bisa melihat menara setinggi 252 meter dengan 52 lantai ini, dan tampak paling mentereng.

Mau tau harganya?  Per unit dijual dengan harga 20 hingga di atas 30 miliar rupiah. Untuk penyewaannya, mulai dari 50 hingga di atas 75 juta rupiah per bulan. Luar biasa!

Pertanyaannya Pinangki memiliki atau sekadar menyewa?  Keduanya tentu memunculkan tanya, bagi seorang ASN yang bergaji sekitar 15 juta rupiah per bulan.

Dari mana Semua ini?

Pertanyaan ini, barangkali tak bisa hanya dialamatkan pada satu kasus saja, Djoko Tjandra. Sangat layak pemeriksaan dilanjutkan ke dugaan kasus-kasus yang lain. Sehingga relevan pertanyaan, Mungkinkah Pinangki sendiri dalam mengurus kongkalikong kasusnya?

Mahfud MD, Menkopolhukam yang saya wawancara, memberikan pernyataan yang tidak biasa. "Presiden Jokowi memberikan perhatian khusus pada kasus ini!" sampai saya ulangi pertanyaan saya ke pada Pak Mahfud, betul Presiden memberikan perhatian khusus pada kasus Djoko Tjandra dan Pinangki?

Mahfud kembali menjawab, Iya.

Ia lalu menambahkan, "pesannya itu pokoknya tegakkan hukum tanpa pandang bulu, jangan sampai ada penegak hukum menggigit orang untuk mengambil keuntungan pada sebuah perkara. kalau sampai ada, saya (Presiden) yang akan menggigit dia!"

Saya Aiman Witjaksono...

Salam!

Penulis : Zaki-Amrullah

Sumber : Kompas TV


TERBARU