> >

Antisipasi Pasien Covid-19 Membludak, Pemprov DKI Siapkan 1.800 Tenaga Kesehatan

Update corona | 2 September 2020, 01:10 WIB
Ilutrasi: para perawat pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 Wisma Atlet, Jakarta, Kamis (23/4/2020). (Sumber: Dokumentasi Pribadi Bima Perawat Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan antisipasi membludaknya pasien Covid-19. Antisipasi itu dilakukan dengan menyiapkan 1.800 tenaga kesehatan.

Hal demikian diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta Widyastuti di Balai Kota, Jakarta, dikutip dari Kompas.com, Selasa (1/9/2020).

Menurutnya, sebanyak 1.800 tenaga kesehatan itu akan disebar di sejumlah rumah sakit rujukan yang kekurangan tenaga medis.

"Kami buka rekrutmen dan minggu depan 1.800 tenaga sudah siap," ucapnya.

Baca Juga: Dalam Sepekan 43 Daerah Resiko Covid-19 Sedang Naik Jadi Zona Merah

Selain itu Dinkes juga menerapkan sistem klasifikasi dalam penanganan Covid-19. Penerapan sistem klasifikasi ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada tempat tidur untuk pasien.

Untuk pasien tanpa gejala atau asimtomatik, Widyastuti menyarankan melakukan isolasi mandiri, baik di rumah sakit darurat Wisma Atlet atau pun di tempat lain yang telah ditentukan.

Sedangkan, pasien dengan gejala sedang dan berat, bisa dirawat di rumah sakit agar mendapat penanganan medis lebih intensif.

Diketahui, sejak pandemi Covid-19 mulai Maret lalu,

Sejak awal pademi Covid-19 pada Maret lalu, Pemprov DKI sendiri telah mengerahkan 3.350 dokter dan 7.300 orang perawat.

Sayangnya, belakangan banyak tenaga kesehatan yang meninggal akibat ikut terpapar Covid-19. Kondisi makin kritis setelah kapasitas tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 makin berkurang.

Hal ini terjadi lantaran jumlah pasien Covid-19 di ibu kota terus mengalami lonjakan dari hari ke hari.

Baca Juga: Jumlah Pasien Covid-19 di Balikpapan Melebihi Kapasitas RS

IDI Rilis 100 Dokter Wafat Akibat Covid-19
Pandemi Covid-19 tidak hanya membuat masyarakat yang terpapar Covid-19 meninggal dunia dalam enam bulan terakhir. Tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan memerangi Covid-19 termasuk di dalamnya.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat sebanyak 100 orang dokter telah meninggal dunia, sejak Maret hingga Agustus 2020.

"IDI mencatat dokter yang meninggal dunia dengan Covid-19 sudah genap 100 orang," ujar Halik dalam keterangan tertulis, dikutip dari Kompas.com, Senin (31/8/2020).

Berikut data yang diberikan IDI, berdasarkan rekapitulasi hingga 30 Agustus 2020.

1. Prof. DR. dr. Iwan Dwi Prahasto (Guru Besar FK UGM).
2. Prof. DR. dr. Bambang Sutrisna (Guru Besar FKM UI/IDI Jakarta Timur).
3. dr. Bartholomeus Bayu Satrio (IDI Jakarta Barat).
4. dr. Exsenveny Lalopua, M.Kes (IDI Kota Bandung).
5. dr. Hadio Ali K, Sp.S (IDI Jakarta Selatan).
6. dr. Djoko Judodjoko, Sp.B (IDI Bogor).
7. dr. Adi Mirsa Putra, Sp.THT-KL (IDI Bekasi).
8. dr. Laurentius Panggabean, Sp.KJ (IDI Jakarta Timur).
9. dr. Ucok Martin Sp. P (IDI Medan).
10. dr. Efrizal Syamsudin, MM (IDI Prabumulih).

11. dr. Ratih Purwarini, MSi (IDI Jakarta Timur).
12. Laksma (Purn) dr. Jeanne PMR Winaktu, SpBS (IDI Jakarta Pusat).
13. Prof. Dr. dr. Nasrin Kodim, MPH (Guru besar Epidemiologi FKM UI).
14. Dr. Bernadette Sp THT meninggal di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo (IDI Makassar).
15. DR. Dr. Lukman Shebubakar SpOT (K) (IDI Jakarta Selatan).
16. Dr Ketty di RS Medistra (IDI Tangerang Selatan).
17. Dr. Heru S. meninggal di RSPP (IDI Jakarta Selatan).
18. Dr. Wahyu Hidayat, SpTHT (IDI Kab. Bekasi).
19. Dr. Naek L. Tobing, SpKJ (IDI Jakarta Selatan).
20. Dr. Karnely Herlena (IDI Depok).

21. Dr. Soekotjo Soerodiwirio SpRad ( IDI Kota Bandung).
22. Dr. Sudadi, MKK, SpOK (IDI Jakarta Pusat).
23. Prof. Dr. H. Hasan Zain, Sp.P (IDI Banjarmasin).
24. Dr. Mikhael Robert Marampe (IDI Kab. Bekasi).
25. Dr. Berkatnu Indrawan Janguk (IDI Surabaya).
26. Dr. Irsan Nofi Hardi Nara Lubis, Sp.S (IDI Medan).
27. Dr. Boedhi Harsono (IDI Surabaya).
28. Dr. Soeharno (IDI Kediri).
29. Dr. Amir Hakim Siregar SpOG (IDI Batam).
30. Dr. Ignatius Tjahjadi SpPD (IDI Surabaya).

Baca Juga: Dua Dokter Meninggal Terpapar Covid 19

31. Dr. Esis Prasasti Inda Chaula, SpRad (IDI Tegal).
32. Dr. Hilmi Wahyudi (IDI Gresik).
33. DR. dr Heru Prasetya, SpB, SpU (IDI Banjarmasin).
34. dr. Miftah Fawzy Sarengat (PPDS FK Unair, RS Soetomo, IDI Balikpapan)
35. dr. Bendrong Moediarso, SpF, SH (IDI Surabaya).
36. dr. H. Dibyo Hardianto (IDI Bangkalan).
37. dr. Deny Dwi Yuniarto (IDI Sampang).
38. dr. Gatot Prasmono (IDI Sidoarjo).
39. dr. Sukarno (IDI Sidoarjo).
40. dr. Arief Basuki SpAn (IDI Surabaya).

41. dr. Herry Nawing SpA (IDI Makassar).
42. dr. Theodorus Singara SpKJ (IDI Makassar).
43. dr. Nyoman Sutedja, MPH (IDI Denpasar).
44. dr. Putri Wulan Sukmawati (PPDS Anak FK Unair/RS Soetomo Surabaya).
45. dr. Sang Aji Widi Aneswara (IDI Semarang).
46. dr. Elianna Widiastuti (IDI Semarang).
47. dr. Agus Pramono (IDI Sidoarjo).
48. dr Ane Roviana (IDI Jepara).
49. dr. Sovian Endi (IDI Grobogan).
50. dr. Pepriyanto Nugroho (IDI Blitar).

51. dr. Ahmadi NH, Sp.KJ (IDI Semarang).
52. dr. Zulkiflie Saleh (IDI Banjarmasin).
53. dr. Abdul Choliq (IDI Probolinggo).
54. Prof. dr. H. Mgs. Usman Said, SpOG (K) (IDI Palembang).
55. dr. H. Khiarul Saleh, SpPD (IDI Palembang).
56. dr. Anna Mari Ulina Bukit (IDI Medan).
57. dr Herwanto SpB (IDI Kisaran).
58. dr. Maya Norismal Pasaribu (IDI Labuhan Batu Utara).
59. dr. Budi Luhur (IDI Gresik).
60. dr. Deni Chrismono Raharjo (IDI Surabaya).

61. dr Arif Agoestono Hadi ( IDI Lamongan)
62. dr. Djoko Wiyono (IDI Surabaya).
63. Prof. Dr. dr. Andi Arifuddin Djuanna, SpOG (K) (IDI Makassar).
64. dr. Aldreyn Asman Aboet, SpAN, KIC (IDI Medan).
65. dr. M. Fahmi Arfa'i (IDI Semarang).
66. dr. M. Ali Arifin (IDI Sidoarjo).
67. dr. M. Hatta Lubis, SpPD (IDI Padang Sidempuan).
68. dr. Elida Ilyas, SpKFR (K) (IDI Jakarta).
69. dr. I Wayan Westa, Sp.KJ (K) (IDI Denpasar).
70. dr. Sony Putrananda (IDI Blitar).

71. dr. H. Muhammad Arifin Sinaga, MAP (IDI Langkat).
72. dr. Andhika Kesuma Putra, Sp.P (K) (IDI Medan).
73. dr. Edi Suwasono (IDI Kota Malang).
74. dr. Ahmad Rasyidi Siregar, SpB (IDI Medan).
75. dr. HM Syamsu Rizal (IDI Natuna).
76. dr. Dennis (IDI Medan).
77. dr. Adnan Ibrahim, SpPD (IDI Makassar).
78. dr. I Nyoman Sueta (IDI Denpasar).
79. dr. Paulus Sp.PD (IDI Jakarta Pusat).
80. dr. Sulis Bayu Sentono, dr., M.Kes., Sp.OT (K) (IDI Surabaya).

81. Prof. Dr. dr. R. Mohammad Muljohadi Ali, Sp.FK (IDI Malang Raya).
82. dr. Hery Prasetyo (IDI Blora).
83. dr. Sriyono (IDI Balikpapan).
84. dr. Sabar Tuah Barus SpA (IDI Medan).
85. dr. John Edward Feridol Sipayung (IDI Siantar Simalungun).
86. dr. Ach. Chusnul Chuluq Ar, MPH (IDI Malang Raya).
87. dr. Fatoni (IDI Ogan Komuring Ulu). 88. dr. Asriningrum Sp.S (IDI Mataram).
89. dr. R. Nurul Jaqin SpB (IDI Yogyakarta).
90. dr. Donni (IDI Deli Serdang).

91. dr. Adi Rahmawan (IDI Depok).
92. dr. Riyanto SpOG (IDI Tuban).
93. dr. Muh. Rum Limpo SpB (IDI Selayar).
94. dr. Titus Taba SpTHT-KL (IDI Sorong).
95. dr. H. Edisyahputra Nasution (IDI Samarinda).
96. dr. I Made Widiartha Wisna (IDI Buleleng).
97. dr. Nastiti Noenoeng Rahajoe, SpA (K) (IDI Jakarta Pusat).
98. dr. Daud Ginting, SpPD (IDI Medan).
99. dr. Aris Sugiharjo, SpPD (IDI Hulu Sungai Tengah).
100. dr Edwin Marpaung, SpOT (IDI Medan).

Baca Juga: WHO Tetapkan Vaksin Covid-19 Barang Umum Milik Publik

"Mari mendoakan tempat kembali yang terbaik bagi almarhum dan almarhumah serta ketabahan kepada keluarga dan kita semua yang ditinggalkan," tutur Halik.

IDI juga mengajak masyarakat Indonesia berdoa untuk keselamatan, kekuatan dan kesehatan di masa pandemi Covid-19.

"Semoga kita semua diberi kekuatan, kesehatan, dan keselamatan dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini," tuturnya.

Penulis : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV


TERBARU