> >

PDI-P Sudah Kantongi Paslon Pilkada Surabaya Pengganti Risma, Diumumkan Sebelum 4 September

Politik | 30 Agustus 2020, 23:34 WIB
PDI-P saat acara konsolidasi pilkada serentak di kantor DPD PDI-P Jawa Timur, Minggu (30/8/2020). (Sumber: KOMPAS.COM/A. FAIZAL)

Selanjutnya, Sri Setyo Pertiwi (pengusaha), Laksda TNI (Purn) Untung Suropati, Fandi Utomo (mantan anggota DPR RI), Warsito (mantan anggota DPRD Surabaya), Gunawan (pengusaha), Dwi Astutik (Muslimat NU), Haries Purwoko (pengusaha).

Kemudian Lia Istifhama (fatayat NU), Achmad Wahyuddin (pengusaha), Whisnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Ony Setiawan (aktivis), Edy Tarmidy (politisi PDI-P), dan Ahmad Nawardi (anggota DPD).

Sementara itu, 8 partai yakni PKS, PKB, PPP, Partai Nasdem, Partai Golkar, Partai Demokrat, PAN, dan Partai Gerindra sudah memastikan mendukung mantan Kapolda Jatim Machfud Arifin di Pilkada Surabaya.

Baca Juga: PDI Perjuangan Umumkan 62 Calon Kepala Daerah Pilkada 2020 Gelombang Keempat!

Hasto Bantah Silang Pendapat dengan Risma

Penunjukan paslon Pilkada Surabaya sebelumnya juga sempat dikabarkan adanya silang pendapat antara Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Namun, saat dikonfirmasi, Hasto membantah adanya silang pendapat dengan Risma dalam menentukan paslon wali kota dan wakil wali kota pada Pilkada Surabaya 2020.

Saat sambutan dalam konsolidasi Pilkada Serentak di kantor DPD PDI-P Jawa Timur di Surabaya, Hasto menampilkan gambar-gambar media cetak yang menggambarkan dirinya sedang tarik tambang atau bersilang pendapat dengan Risma.

"Itu semua tidak benar, saya juga tidak tahu sumbernya dari mana," kata Hasto, Minggu (30/8/2020).

Baca Juga: Risma Pamit: Tidak Ada Gunanya Saya Bangun Surabaya Bagus-bagus, Tapi Manusianya Tak Dapat Apa-apa

Risma yang dalam acara tersebut duduk di podium bersama beberapa pimpinan DPD PDI-P Jawa Timur dan Pengurus DPP PDI-P, sontak tertawa terbahak-bahak mendengarkan penjelasan Hasto.

"Tidak ada tarik tambang politik di internal PDI-P, yang ada adalah menarik rakyat agar bebas dari belenggu kemiskinan, ketidakadilan, dan kebodohan," terang Hasto.

Terkait pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya, semua kader PDI-P patuh kepada keputusan Ketua Umum Partai, Megawati Soekarnoputri sebagai pemimpin yang diberi amanat partai untuk mengambil keputusan.

Baca Juga: Putra Sulungnya Diisukan Bakal Maju dalam Pilkada Surabaya, Risma: Ngawur!

Penulis : fadhilah

Sumber : Kompas TV


TERBARU