> >

PKS Minta Pemerintah Merespons Secara Positif Deklarasi KAMI

Politik | 18 Agustus 2020, 19:38 WIB
Sejumlah tokoh publik berkumpul dan bersatu deklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2020). (Sumber: Youtube: KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia))

JAKARTA, KOMPAS.TV - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta pemerintah merespons secara positif deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) serta tuntutan yang digaungkannya.

"Ini harus direspons dengan baik oleh pemerintah," kata politikus PKS Jazuli Juwaini dalam keterangannya secara visual kepada Kompas TV, Selasa (18/8/2020).

Menurutnya, jika melakukan kritik yang konstruktif dan dengan cara yang baik, maka semestinya pemerintah melihatnya secara positif.

"Mudah-mudahan pemerintah bisa merespons dengan baik," kata Jazuli.

Kritik-kritik seperti itu, lanjutnya, juga dilakukan PKS sebagai partai oposisi pemerintah. 

"Selalu memberikan kritik-kritik yang isinya hampir mirip-mirip sebenarnya dengan yang disampaikan KAMI," tuturnya.

Baca Juga: Saat Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia akan Beberkan Permasalahan Kebangsaan

Mengenai deklarasi KAMI, Jazuli mengatakan hal itu sah-sah saja, selama dilaksanakan tanpa bertentangan dengan konstitusi dan aturan perundangan yang ada.

Deklarasi KAMI menurut Jazuli, merupakan bentuk kegelisan warga yang merupakan bagian dari bangsa Indonesia. Selain itu juga merupakan bentuk tanggung jawab moral dari para tokoh tentang situasi dan kondisi yang sekarang dialami oleh bangsa Indonesia.

Deklarasi KAMI 
Sejumlah tokoh nasional dan dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2020).

Mereka berkumpul dan bersatu mendeklarasikan diri tergabung dalam Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Di antara tokoh-tokoh publik yang hadir itu adalah Din Syamsuddin (Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia/MUI), Ahmad Yani (Politisi), Rocky Gerung (Akademisi), Gatot Nurmantyo (Mantan Panglima TNI) Rochmad Wahab, Meutia Farida Hatta (Putri Bung Hatta), MS Kaban (Politisi Partai Bulan Bintang).

Selain itu, hadir pula puluhan tokoh lainnya mulai dari Said Didu, Refly Harun, Ichsanuddin Noorsy, Lieus Sungkharisma, Jumhur Hidayat, Abdullah Hehamahua, hingga Amien Rais.

Dalam deklarasi tersebut, beberapa tokoh publik yang hadir membacakan Jati Diri dan Maklumat KAMI sebagai rangkaian deklarasi tersebut.

Baca Juga: Puluhan Tokoh Publik Deklarasikan KAMI dan Bacakan 10 Jati Diri, Ratusan Massa Sambut dengan Meriah

Di antara 10 Jati Diri KAMI itu adalah sebagai berikut:

Pertama, KAMI adalah gerakan moral rakyat Indonesia dari berbagai elemen dan komponen yang berjuang bagi tegaknya kedaulatan negara, terciptanya kesejahteraan rakyat, dan terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kedua, KAMI berjuang dan bergerak untuk melakukan pengawasan sosial, kritik, koreksi, dan meluruskan kiblat negara dari segala bentuk penyimpangan dan penyelewengan.

Ketiga, KAMI berjuang dengan melakukan berbagai cara sesuai konstitusi, baik melalui edukasi, advokasi, maupun cara pengawasan sosial, politik moral, dan aksi-aksi dialogis, persuasif, dan efektif.

Penulis : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV


TERBARU