> >

Ganjil Genap Jakarta Berlaku, Ampuh untuk Batasi Pergerakan Warga?

Sapa indonesia | 9 Agustus 2020, 21:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Sistem ganjil genap sudah disosialisasikan kembali sejak Senin 3 Agustus lalu dan besok 10 Agustus akan diberlakukan ganjil genap di 25 ruas jalan.

Sanksi juga akan dijatuhkan kepada pelanggaran ganjil genap.

Apakah ini termasuk upaya untuk menekan pergerakan masyarakat selama masa transisi atau justru menjadi celah dan penyebab bertambahnya kasus positif?

Kita membahasnya bersama Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Hari Purnomo dan juga ada pengamat transportasi, Djoko Setijawarno. 

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memutus rantai penularan corona.

Diantaranya berupaya memangkas pergerakan orang dengan menerapkan kembali sistem ganjil genap.

Dalam masa sosialisasi, masih banyak pengendara yang melanggar.

Besok, sistem ganjil genap sudah memasuki masa penindakan dengan harapan meningkatkan kepatuhan.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengingatkan, bahwa tes masif yang dilakukan menunjukkan bahwa wabah corona masih ada.

Warga diharapkan hanya melakukan perjalanan penting saja untuk menghindari penumpukan, di pusat kegiatan atau keramaian.

Penerapan kembali ganjil genap, sebagai kebijakan rem darurat di tengah wabah corona.

Dari hasil analisis, ternyata volume lalu lintas kendaraan pada masa pembatasan sosial transisi meningkat tajam. 

Penulis : Dea-Davina

Sumber : Kompas TV


TERBARU